Kelangkaan Solar, Pusat Sebut Aman, Sopir Bilang Susah

0 Komentar

Sopir antrean di SPBU untuk mendapatkan BBM solar. (Foto: Tawakkala/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Sopir bus dan truk mengeluhkan susahnya solar. Sebaliknya, pusat menyebut stok tetap aman.

VICE Presiden Corporate Communication PT Pertamina, Fajriah Usman mengaku saat ini suplai solar secara nasional masih aman. Bahkan, kata dia, jumlahnya terus meningkat seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat.

Jika dirata-ratakan, suplai solar mencapai 44 ribu Kiloliter (KL) per hari. Jumlah ini, cukup besar. Dengan sasaran pasokan adalah prioritas untuk masyarakat.

“Ntar aku cek, ya, apa masalahnya. Karena penyaluran secara nasional sudah lebih banyak. Di SPBU mana? Nanti aku cek masalahnya,” jelasnya saat dihubungi FAJAR tadi malam.

Namun, kondisi berbeda dihadapi sopir. Ilham, sopir Makassar-Mamuju, mengeluhkan banyaknya waktu dihabiskan di SPBU hanya untuk antrean solar.

Akibatnya, produktivitasnya menurun. Jumlah perjalanan pergi dan pulang berkurang drastis. Pada akhirnya, pemasukan ikut terganggu. Sebab, jumlah race (perjalanan) yang ditempuhnya berkurang.

“Dulu bisa bebas beli solar, sekarang dibatasi,” katanya.

Sopir bus angkutan umum antar kota menunggu solar di SPBU depan pintu satu Unhas Minggu, 3 November. Menurut mereka sebulan terakhir mereka harus mengantri hingga malam di SPBU untuk mendapatkan solar subsidi. TAWAKKAL/FAJAR

Jamin Lancar

PT Pertamina MOR VII sudah menyerap kondisi di lapangan. Pekan ini, perusahaan pelat merah itu menjamin tidak ada lagi antrean solar di SPBU.

Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan mengatakan, pihaknya sudah menerima berbagai laporan soal kondisi lapangan terkait keluhan masyarakat akhir-akhir ini.

Hal itu membuktikan, pihaknya tidak tinggal diam. Pihaknya berusaha menyelesaikan permasalahan di lapangan. Masalah tersebut harus diselesaikan.

Sebab, hal ini sudah dimulai ada ketidaknyamanan di masyarakat. “Satu atau dua hari ini lah atau tepatnya pekan ini normal kembali,” jelas Hatim Ilwan saat ditemui di kantornya, kemarin.

Soal berapa suplai tambahan yang akan dikeluarkan, ia mengaku belum bisa menyebut secara terperinci. Tetapi, ia menjelaskan tambahan itu akan didasari konsumsi harian dalam sembilan bulan terakhir.

Di sisi lain, faktanya saat ini konsumsi sudah over lebih dari 17 persen kuota. “Kalau melihat best kuota pasti lebih rendah. Tetapi, hitungan kami penjualan harian sudah adjust dengan tambahan berdasarkan sembilan bulan ke belakang,” jelasnya. (**)

Penulis: ABADI TAMRIN-A SYAEFUL

Penulis : ABADI TAMRIN-A SYAEFUL
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...