Infografis

Krisis Solar, Siapa Bermain?

0 Komentar

Sopir menjadi pihak paling menderita atas kelangkaan solar. Antre berjam-jam, bahkan ada yang menginap di SPBU.

FAJAR.CO.ID– Sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, jalur SPBU yang menyuplai solar tak pelak mengalami kemacetan hingga 3 kilometer, Senin, 4 November. Sopir-sopir memarkir truk dan bus hingga ke badan jalan. Seperti yang terjadi di SPBU dekat pintu dua unhas/gerbang BTP, terjadi kemacetan di semua rute. Tak hanya arah dari BTP ke Unhas, namun berimbas ke jalur sebelahnya juga akibat banyaknya truk-truk yang memutar balik mengatur posisi untuk mengantre. Bahkan saking banyaknya truk yang membutuhkan solar, sebagian memarkir kendaraannya di jalan Jalur Lingkar Barat (arah BTP ke Jalan Tol Insinyur Sutami). Fathir salah satu supir truk yang ikut mengantre di SPBU menyesalkan, tidak habis pikir makin hari solar makin sulit. Padahal ia sudah mengantre dari pagi hari. “Dari jam 8 (pagi) mi saya di sini menunggu. Capek iyya, tapi mau mi di apa, tidak makan ki klo nda jalan ki ini,” katanya yang biasa menyuplai pakan ternak ke wilayah Sulbar. Fathir mengaku diupah Rp100 ribu hingga Rp300 ribu sekali jalan. Tak ada gaji pokok, meskipun dia mendapatkan uang makan Rp15 ribu sehari. “Sejak 2006 saya jadi sopir baru kali ini sulit sekali. Kalau dulu sebentar saja baru normal lagi. Ini hampirmi satu bulan antre peki baru bisa dapat,” sesalnya.
Editor : rasid alfarizi


Comment

Loading...