Polda Sulsel Tetapkan 7 Tersangka Kasus SPAM Palopo

  • Bagikan

Kerugian Negara Ditaksir Rp5,5 M

FAJAR.CO.ID, PALOPO — Polda Sulsel menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kelurahan Padang Lambe, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo.

Para tersangka diduga merugikan negara sekitar Rp5,5 miliar. “Kerugian keuangan negara berdasarkan hasil perhitungan BPK RI sebesar Rp 5.543.391.996,91,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani, Selasa (5/11/2019).

Tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka di antaranya Irwan Arnold dan Fauziah Fitriani selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) serta Hamsyari dan Anshar Dachri selaku kelompok kerja (Pokja) yang juga Plt Kadis PUPR Kota Palopo.

Sementara tiga tersangka lainnya adalah para direktur perusahaan dalam proyek pengadaan instalasi pipa tersebut. Mereka adalah Muh Syarif selaku Direktur PT Indah Seratama, Asnam Andres selaku Direktur PT Duta Abadi, serta Bambang Setijowidodo, Direktur PT Perdana Cipta Abdipertiwi.

Ditambahkan Direktur Reskrimsus Polda Sulsel, Kombes Polisi Yudhiawan Wibisono, penetapan ke tujuh orang yang awalnya jadi saksi ini keputusan akhir setelah usai gelar perkara dua pekan lalu atau akhir Oktober lalu.

“Saat ini ke tujuh tersangka sementara jalani pemeriksaan-pemeriksaan dengan status tersangka. Belum dilakukan penahanan,” kata Yudhiawan.

Dijelaskan, secara detil bahwa para tersangka ini terkait dugaan tipikor pada proyek perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berupa pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kelurahan Padang Lambe, Kecamatan Wara Barat dan pengadaan dan pemasangan jaringan pipa di wilayah Kecamatan Telluwanua dan pengawasan pengadaan bangunan pengambilan air bersih pada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Palopo.

  • Bagikan