Wakil Rakyat Tagih Hasil Promosi Wisata Makassar di Negeri Ratu Elizabeth

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Seringnya pejabat Pemkot Makassar “pelesiran” ke luar negeri mendapat sorotan legislator. Apalagi, kunjungan pejabat di saat APBD pokok 2020 seharusnya sudah mulai dibahas.

Terbaru, beberapa pejabat jalan-jalan ke Kota London, Inggris. Anggota rombongan di antaranya, Kepala Dinas Pariwisata Makassar, Rusmayani Madjid dan Asisten II Pemkot Makassar, Sittiara Kinang.

Rusmayani mengaku kunjungan ke London juga bersama Sekretaris Kota Makassar, M Ansar. Mereka berada di negeri Ratu Elizabeth selama 4-6 November.

“Tujuannya kita mau ikut promosi pariwisata agar pariwisata di Makassar bisa semakin dikenal di mata dunia dan mampu dongkrak kunjungan wisata,” kata Rusmayani, Selasa, 5 November.

Sementara Sittiara enggan berkomentar banyak soal perannya ikut dalam rombongan ke London. Dia hanya mengaku tugasnya sebagai asisten bidang perekonomian memiliki peran agar ekonomi Makassar, utamanya dari sisi pariwisata bisa terdongkrak.

Sepanjang 2019 ini, Sittiara juga telah melakukan tiga kali perjalanan ke luar negeri. Sebelum ke London, Sittiara yang pernah dinonjobkan di era pemerintahan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, juga melakukan perjalanan ke Bangkok, Thailand.

Jalan-jalan ke Negeri Gajah Putih selama tiga hari, 26-28 Agustus, mendampingi Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb pada pertemuan 5th ASEAN Mayors Forum.

Tidak berselang sebulan, dia kembali terbang ke Gold Coast, Australia pada 16 September. Dia kembali mendampingi Pj Wali Kota Makassar pada penandatanganan MoU kerjasama Sister City dengan Gold Coast.

Anggota Komisi B DPRD Makassar, Hasanuddin Leo berharap hasil kunjungan bisa menunjukkan dampak yang positif dan nyata.

“Nanti kalau sudah balik ke Makassar, akan kami tanyakan, apa saja timbal balik dari berbagai kegiatan selama ini di luar negeri,” imbuhnya.

Ia mengaku akan memeriksa nomenklatur dan biaya yang dipakai dalam melakukan kunjungan ke luar negeri. Menurutnya, jangan sampai pengeluaran besar namun tidak memberikan dampak untuk Makassar.

“Nanti juga kami akan tanyakan apakah yang ke sana (London, red) sudah sesuai peran dan tupoksinya. Hasil kunjungan harus dipertanggungjawabkan,” paparnya.

Dia meminta agar Pemkot Makassar seharusnya fokus dalam menyelesaikan draf APBD 2020. Sampai saat ini belum diserahkan ke DPRD Makassar.

“Semestinya kurangi kunjungan ke luar di akhir tahun begini. Apalagi banyak pekerjaan yang belum selesai,” imbuhnya. (abd/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...