Di Balik Munculnya Lagi Jabatan Wakil Panglima TNI

0 Komentar


FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Posisi Wakil Panglima (Wapang) TNI yang sempat dihapus oleh Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur bakal kembali dihidupkan. Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dianggap orang yang berperan di balik keputusan Jokowi menghidupkan kembali posisi itu.

Moeldoko mengatakan, sebenarnya jabatan Wakil Panglima TNI dulu pernah ada. Bahkan, waktu menjabat Panglima TNI periode 30 Agustus 2013 – 8 Juli 2015, dia pernah menginisiasi agar posisi tersebut dihidupkan kembali.

“Ada beberapa usulan saya, pertama saat saat jadi Panglima, ada pangkogas, satuan khusus tugas operasi. Jadi ada tiga hal yang sudah bisa direalisasikan,” ungkap Moeldoko, tanpa memerinci satu per satu usulannya ke Jokowi, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (7/11).

Beban kerja panglima sebagai komando tertinggi di militer, menjadi salah satu alasan Moeldoko ingin menghidupkan kembali posisi Wakil Panglima TNI. Dia pun menuturkan pengalamannya saat menjadi panglima dan harus banyak bertugas ke luar, itu karena posisi Panglima TNI adalah pengendali operasi.

“Panglima banyak melihat ke luar, banyak kunjungan, mengecek kesiapan pasukan. Sehingga saya memandang kalau demikian perlu ada Wapang. Panglima juga banyak pertemuan antarpanglima di ASEAN, pasifik, dan kawasan lain,” jelasnya.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan itu, Moeldoko kembali menyampaikan perlunya posisi Wapang. Dengan begitu, ketika Panglima bertugas ke luar, tidak diperlukan lagi surat menyurat karena sudah ada Wapang yang secara otomatis bisa mengambil alih pekerjaan itu.

Selama ini, katanya, ketika Panglima pergi berdinas ke luar negeri, dia harus membuat surat terlebih dahulu untuk menunjuk satu Kepala Staf Angkatan sebagai Panglima.

“Wapang otomatis bisa menggantikan kerja-kerja Panglima. Jadi enggak ribet, lebih mudah untuk efektif dalam melaksanakan organisasi di tubuh militer,” tuturnya.

Oleh karena itu, Moeldoko memastikan keputusan Presiden Jokowi menghidupkan kembali posisi Wakil Panglima TNI murni didasari pada pertimbangan teknis dan sangat organisatoris.

“Saya yakin keputusan itu bukan atas alasan politis atau lainnya,” tandasnya. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...