Diingatkan Gubernur Pelaksana IMF, Jokowi Khawatir Pelemahan Ekonomi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) khawatir pelemahan ekonomi dunia bakal berdampak di dalam negeri. Apalagi di sejumlah negara telah terkena dampaknya.

Ditambah lagi, kekhawatiran Jokowi itu semakin kuat setelah diingatkan langsung oleh Gubernur Pelaksana IMF, Kristalina agar berhati-hati terhadap ancaman kondisi tersebut.

“Managing Direktur IMF yang baru Kristalina memberikan sebuah warning, Jokowi hati-hati dalam kelola baik moneter atau fiskal,” kata Jokowi di Jakarta, Rabu (6/11).

Memang, kekhawatiran Jokowi sangat beralasan bila melihat kondisi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina yang berkepanjangan, perang dagang AS dan Eropa, pelemahan ekonomi Cina akibat aksi demontrasi yang tak kunjung berakhir, adanya brexi, serta resesi yang sudah menimpa pada negara-negara emarging market. Kondisi demikian, akan berpengaruh pada Indonesia.

“Intinya kita harus hati-hati dengan kondisi yang sekarang ada,” ujar Jokowi.

Terpisah, Direktur Riset Centre of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan, pelemahan global memang secara otomatis bakal berdampak pada Indonesia. Namun, menurut dia tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. “Walaupyn ada warning dari IMF, bukan alasan untuk menjadikannya sumber kekhawatiran,” ujar Piter kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Rabu (6/11).

Pemerintah, saran Piter, tidak boleh hanya khawatir saja namun harus melakukan antisipasi seperti mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tepat. Namun, dia melihat sejauh ini belum ada tindakan bisa mengantisipasi dari ancaman dinamika global tersebut.

“Dampak global tersebut bisa dimitigasi atau dikurangi dengan kebijakan-kebijakan yang tepat. Tetapi masalahnya sejauh ini kita belum melihat sama sekali kebijakan pemerintah yang seperti itu,” ujar Piter.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menyebut terdapat tiga hal yang menjadi fokus pemerintah untuk menangkal dampak dari resesi perekonomian global.

Pertama, menjaga alian modal asing tetap masuk. Kedua, investasi langsung atau foreign direct investment (FDI). Kemudian, terakhir adalah jalur perdagangan. “Tiga jalur ini kita perhatian dengan serius karena dampaknya kepada perekonomian domestik,” kata dia. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...