Kabar Memanasnya Hubungan dengan Sriwijaya, Ini Penjelasan Garuda

0 Komentar

ILUSTRASI pesawat Sriwijaya Air. Garuda Indonesia berharap Sriwijaya punya itikad baik menyelesaikan kewajiban kepada sejumlah institusi negara. (dok. JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Maskapai penerbangan nasional pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memberikan penjelasan terkait kabar memanasnya hubungan dengan Sriwijaya Air.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, M.Ikhsan Rosan menyampaikan, hubungan Garuda dan Sriwijaya saat ini adalah sebatas pada hubungan business to business (B2B).

Ia juga menjelaskan, tanggung jawab Sriwijaya kepada Lessor menjadi tanggung jawab Sriwijaya sendiri. “Kami saat ini sedang berdiskusi dan bernegosiasi dengan pemegang saham Sriwijaya perihal penyelesaian kewajiban dan utang-utang Sriwijaya kepada institusi negara,” katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (7/11).

Beberapa institusi negara dimaksud yakni BNI, Pertamina, GMF, serta Gapura Angkasa. Ikhsan mengingatkan, awal masuknya Garuda Indonesia Group dalam kerja sama manajemen dengan Sriwijaya adalah dalam rangka mengamankan aset dan piutang negara pada Sriwijaya Group.

“(Maka dari itu) Garuda Indonesia berharap Sriwijaya beritikad baik atas penyelesaian kewajiban-kewajiban mereka kepada institusi negara seperti disebutkan di atas,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Pemeliharaan dan Layanan Garuda Indonesia, Iwan Joeniarto mengatakan, manajemen Garuda Indonesia dengan menyesal menyampaikan bahwa Sriwijaya akan melanjutkan bisnisnya sendiri.

Hal itu dikarenakan sejumlah kondisi dan beberapa materi yang belum diselesaikan antara Sriwijaya dan PT Citilink Indonesia, anggota dari Garuda Indonesia Group.

“Dengan demikian, Sriwijaya tidak akan lagi menjadi anggota Garuda Indonesia Group.


Hubungan antara Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Group akan menjadi CV secara B2B,” katanya. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...