Laporan Politikus PDIP, Polisi akan Panggil Novel Baswedan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Polda Metro Jaya akan menindaklanjuti laporan dar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewi Ambarawati alias Dewi Tanjung.

Laporan itu terkait dugaan rekayasa penyiraman air keras, dengan terlapor penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, jajarannya akan memanggil pihak-pihak terkait. Diantaranya, pelapor, saksi-saksi hingga terlapor untuk diklarifikasi kebenaran kasus tersebut.

“Nanti kelanjutannya kita akan panggil pelapor, saksi-saksi dan terlapor untuk kita mintai klarifikasi terkait laporan itu,” kata Argo saat dikonfirmasi, Kamis (7/11).

Namun, sejauh ini, Argo menyampaikan belum ada jadwal yang telah dibuat untuk pemanggilan mereka. Saat ini, penyidik masih dalam proses pendalaman laporan, serta pemeriksaan barang bukti. “Untuk agendanya (pemanggilan) kapan, tunggu penyidik,” jelasnya.

Di sisi lain, Argo mempersilahkan pihak Novel apabila akan membuat laporan balik terhadap Dewi Tanjung jika dirasa telah merugikan. “Pada prinsipnya semua orang boleh melapor kepada pihak kepolisian. Tentunya laporan itu didukung dengan data,” jelasnya.

Hanya saja, Argo menekankan pelaporan balik dibubuhi barang bukti yang kuat. Sebagai syarat kelengkapan pelaporan polisi dibuat.

“Tentunya harus ada pendukung (barang bukti) yang dibuat dan dibawa. Baru nanti dilaporkan ke Polda Metro Jaya atau Polres. Tentunya nanti disana ada tempat konsultasi, seperti apa yang dia akan laporkan,” tegasnya.

Sementara itu, tim kuasa hukum Novel, Alghiffari Aqsa meminta agar aparat kepolisian tak melanjutkan laporan terhadap Novel tersebut. “Meminta kepolisian untuk tidak melanjutkan proses hukum terhadap laporan yang diajukan oleh Politisi PDIP,” kata Alghiffari.

Menurut Alghif, pernyataan Dewi Tanjung terkait laporannya ke Polda Metro Jaya merupakan fitnah terhadap Novel. Padahal, Novel merupakan korban penyiraman air keras.

“Sebagai korban, berbagai fitnah keji dialamatkan kepadanya, padahal berbagai fakta dan bantahan sudah disampaikan langsung oleh Novel termasuk Pimpinan KPK. Bahkan, selama ini pemerintah secara resmi memberikan bantuan untuk pengobatannya,” ucap Alghif.

Sebelumnya, penyidik senior KPK Novel Baswedan dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh kader PDIP Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung. Novel disebut melakukan rekayasa terkait kasus penyiraman air keras. Novel dianggap melakukan kebohongan publik terkait penanganan matanya itu.

Dewi menyebut ada hal-hal yang janggal dari penanganan mata Novel Baswedan usai teror penyiraman air keras itu. “Ada beberapa hal yang janggal dari semua hal yang dialami. Dari rekaman CCTV dia, dari bentuk luka, dari perban, kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta. Gitu kan,” ucap Dewi Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (6/11).

Dia membawa bukti berupa rekaman video Novel saat berada di rumah sakit di Singapura, rekaman kejadian penyiraman, rekaman saat Novel keluar dari rumah sakit hingga foto-foto Novel yang diperban di bagian kepala dan hidung.

Dewi melaporkan Novel dengan pasal penyebaran berita bohong melalui media elektronik. Laporan polisi itu tertuang dalam nomor LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit Krimsus. Pelapor dalam hal ini Dewi Tanjung sendiri dan terlapor Novel Baswedan. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...