Operasi Yustisi, Tim Gabungan Amankan 500 Botol Miras

Saat tim menyita miras di warkop yang ditengarai ada praktik prostitusi.

"Tapi setelah kita sisir ke belakang warkop dan kita menemukan sekitar 500 botol miras yang telah digunakan dan disimpan di dalam karung," jelasnya.

Akan tetapi, saat diambil keterangannya kata dia, si pemilik warkop mengakui bahwa miras itu biasa dikonsumsi oleh suaminya.

"Katanya itu dikonsumsi oleh suaminya atau untuk kepentingan pribadinya. Tetapi masa suaminya mengonsumsi miras dalam jumlah yang banyak seperti itu kan tidak mungkin ada 500 botol miras," katanya.

Olehnya itu, dia meminta agar pihak desa segera menindaki warkop tersebut dengan menutupnya. Apalagi sebelumnya ada perjanjian bahwa yang bersangkutan tidak akan menjual miras.

"Ini kan sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2001 tentang larangan peredaran, memproduksi, mengonsumsi, minuman keras beralkohol, narkotika dan obat-obatan psikotrapika. Dimana sanksi terberatnya bisa sampai penutupan. Apalagi sebelumnya sudah ada perjanjian bahwa mereka hanya menjual kopi dan tidak akan menjual minuman keras dan melakukan hal yang melanggar hukum," ungkapnya.

Sehingga saat ini kata Erhan, dibutuhkan ketegasan dari Pemerintah Desa setempat saja. (rin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...