Penuh Pesan Moral, Pengamat dan Promosi Pariwisata Minta Ati Raja Tambah Layar

0 Komentar

Gubernur Nurdin Abdullah foto bersama usai nobar.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kearifan lokal yang ditampilkan dalam film Ati Raja, bisa menaikkan nama Sulsel. Apalagi, banyak pesan-pesan positif di dalamnya.

Pengamat Film Indonesia, Jerry Wongiyanto, mengatakan, ia pribadi melihat bahwa film Ati Raja merupakan film yang memang mengangkat lokalitas dan memperlihatkan bagaimana sebuah karya yang diperjuangkan. Banyak nilai moral dan pesan yang mampu membangun jiwa diperlihatkan di dalamnya.

Namun, kata Jerry, melihat banyaknya yang ingin menonton tetapi kurang jadwal tayang dan layar yang disediakan membuat orang harus mengantre dan menunggu.

“Saya minta agar pihak XXI bisa menambah layar karena hari pertama kita full house di empat layar, begitu juga dengan di Blok M Jakarta, kita kalahkan Ratu Ilmu Hitam,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel, Hendra Nick Arthur, juga sangat menyayangkan kepekaan dan tak berimbangnya pihak bioskop Indonesia.

Kata Hendra, XXI bagusnya memberikan ruang bagi produk sineas lokal untuk memperkenalkan karya miliknya. Seharusnya dari Perda no 1 tahun 2011, porsi film Indonesia memang harus diberi tempat di atas 40 persen.

Melihat hal ini dalam penayangan film Ati Raja, banyak peminat tetapi kurang layar.

“Ini juga menyangkut kepariwisataan untuk memperkenalkan budaya lokal, bagusnya memang didukung,” ucapnya. (wis)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...