Rapat Kerja Komisi X DPR RI, Rano Karno Beri Masukan ke Wishnutama

Menparekraf/Kepala Bekraf Wishnutama usai rapat kerja perdana dengan Komisi X di DPR, Jakarta Kamis (7/11). (Estu Suryowati/JawaPos.com)

“Lima destinasi superpriotas itu harus punya toilet yang bersih, sehingga orang mau balik lagi. Saya kalau di Jepang itu kayak pingin lama-lama di toilet, enggak mau keluar (saking bersihnya),” ucap politikus PDIP tersebut.

Senada Rano, Putra Nababan mengingatkan Tama agar bisa melakukan aksi nyata secepatnya. “Dulu kita punya rasa greget, kok pemerintah minim terobosan, DPR tidak suportif. Saya berharap kegundahan kita di industri waktu itu, saat ini tidak hanya grundel, tapi bisa buat satu terobosan,” kata mantan jurnalis itu.

Putra berharap, duet Tama-Angela bisa melahirkan satu mahakarya sebagaimana ketika keduanya berkecimpung di industri. Namun ia mengingatkan tentang pembangunan ekosistem pariwisata, karena tantangannya ada di sini.

“Saudara Menteri, ekosistem ini tidak semudah membalikkan tangan. Saya harap ada kearifan lokal yang dilibatkan dalam membangun destinasi wisata,” ucapnya.

Anggota Komisi X dari F-PAN Desy Ratnasari menambahkan, pemerintah harus berhati-hati dalam membangun ekosistem pariwisata. Sebab, pengembangan sektor ini akan memberikan dampak baik terhadap lingkungan hidup maupun sosial.

“Misalnya ada warung (karena munculnya objek wisata baru), jangan sampai muncul warung remang-remang, ada perempuan yang menjual diri,” ujar pelantun tembang Tenda Biru itu.

Dampak lain, sebut Desy, biasanya pembangunan pariwisata sering berbenturan dengan pelestarian alam. Tama diingatkan untuk betul-betul menjaga konservasi alam.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...