SPDP Penembakan Mahasiswa Kendari Beredar, Brigadir AM Tersangka?

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, KENDARI– Siapa pelaku penembakan yang menewaskan Randi, mahasiswa UHO mulai terkuak. Meski belum ditetapkan secara resmi, namun telah beredar keluar surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP).

Dalam isi surat tersebut tertuang Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) bernomor: B/129/XI/2019/Dit. Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) secara resmi.

Sangat jelas tersangka adalah Brigadir (AM), seorang anggota kepolisian Reserse Polres Kendari yang saat ini sedang menjalani sanksi disiplin, karena membawa senjata api saat aksi unjuk rasa 26 September 2019, yang berbuntut adanya penembakan hingga menewaskan mahasiswa UHO.

Isi surat tersebut dibuat tertanggal 1 Nopember dan kemudian dibawah surat tersebut terlihat ada nama Direktur Ditreskrimum Polda Sultra, Kombes Asep Taufik yang belum dibubuhi tandatangan.

Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh membenarkan kabar tersebut. Hanya saja dia belum tahu soal spesifik keterangan isi surat tersebut. Dia menyebutkan kasus ini rencananya akan dirilis oleh pihak Mabes Polri. “Ia benar soal SPDP tersebut. Tapi nanti dirilis yah,”kata Dolfi Kumaseh, Kamis (7/11/2019).

Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Sultra belum menerima SPDP tersebut. Kasi Tindak Pidana Terorisme dan Lintas Negara, Moh Rizal Manaba mengatakan surat tersebut belum dikirim ke Kejati.
Meski sudah ada konsepnya, namun dia mengaku belum menerima di mejanya. Rizal mengatakan sebelumnya ada anggota Penyidik Ditreskrimum Polda Sultra datang untuk mengkoordinasikan SPDP tersebut.

“Ia ada memang yang datang berkordinasi dari Polda. Namanya Kompol Subangi. Tapi, belum ada suratnya di sini secara resmi,” kata Rizal. (butonpos/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...