Turbinaria Berkhasiat Cegah Karies Gigi dan Bau Mulut? Ini Penelitiannya

0 Komentar

UJI SAMPEL. Dosen Biologi FMIPA Unhas, Zaraswati Dwyana (kiri) bersama asistennya, Juniati memperlihatkan ekstrak rumput laut di Lab Penelitian & Pengembangan Ruang Mikrobiologi FMIPA Unhas, Selasa, 5 November. ABE BANDOE/FAJAR

FAJAR.CO.ID– Kandungan alginat dari Turbinaria mampu menghambat pertumbuhan karies gigi. Juga mencegah bau mulut.

Sekilas, bentuknya mirip tanaman bonsai. Bila diperhatikan lebih seksama, menyerupai karang lunak. Bentuknya kaku. Antara daun dan batang tak dapat dibedakan.

Tanaman laut bernama latin Turbinaria sp ini memiliki senyawa antibakteri yang sangat baik. Utamanya bakteri di dalam mulut, seperti Pseudomonas sp, Staphylococcus aureus, Vibrio, E coli, dan Staphylococcus mutan.

Dosen Biologi Unhas, Zaraswati Dwiyana menjelaskan, kandungan alginat dan iodin pada Turbinaria sangat baik digunakan sebagai antibakteri.

Beberapa pengujian menunjukkan senyawa alginat mampu mengambat perkembangan bakteri Staphylococcus mutan (penyebab karies gigi). Senyawa tersebut dapat memecahkan dinding sel bakteri (lisis).

Alginat yang terkandung dalam Turbinaria tidak mengandung racun. Beberapa negara maju menggunakannya pada industri makanan dan obat-obatan.

Senyawa ini berasal dari getah selaput (membran mucilage) dari alga cokelat Phaeophyceae. “Sekarang banyak peneliti yang melirik Turbinaria. Dahulu hanya dibiarkan saja. Padahal, jumlahnya banyak sekali,” kata Zaraswati Dwiyana, Selasa 5 November.

Peneliti di Pusat Unggulan Ipteks Pengembangan dan Pemanfaatan Rumput Laut (PUI-P2RL) Unhas ini menuturkan, untuk mendapatkan manfaat dari Turbinaria, bisa dilakukan secara manual. Yakni membuatnya menjadi tepung.

Turbinaria yang diambil di karang atau pasir laut langsung dibersihkan, kemudian dikeringkan. Setelah kering, dihaluskan menjadi tepung. Tepung ini yang digunakan untuk bahan dasar kumur-kumur atau bahan tambahan pasta gigi.

Cara lainnya juga bisa dilakukan dengan pembuatan ekstrak. Turbinaria yang telah dicuci dengan air tawar lalu dirajang. Kemudian dilakukan penghancuran dengan cara blender atau penumbukan.

Air yang keluar kemudian disaring. Setelah itu diencerkan dengan air tawar dan dijadikan bahan kumur-kumur. Obat kumur ini juga bisa digunakan untuk mematikan bakteri penyebab bau mulut.

“Penelitian lanjutan Turbinaria dan rumput laut lainnya terus dikembangkan di PUI-P2RL Unhas. Potensi rumput laut banyak, hanya baru sedikit yang dikembangkan,” ungkapnya.

Wanita yang akrab disapa Ana ini menambahkan, di negara maju Turbinaria sudah banyak digunakan dipelbagai bidang industri. Contohnya dalam bidang farmasi alginat. Biasanya digunakan dalam potologi pencernaan.

Kalsium alginat diketahui sebagai media koagulasi darah yang paling efektif. Selain itu Turbinaria juga dimanfaatkan untuk bahan cetakan gigi dan bahan pembersih gigi.

Sedang untuk industri kosmetik, alginat dari Turbinaria juga digunakan sebagai bahan sabun dan deterjen. Alginat digunakan sebagai penstabil busa dalam industri sabun dan deterjen. Bahan ini memiliki kerjasama yang baik dengan bahan penstabil lain seperti pati, gum, pektin, dan lain-lain.

“Manfaat Turbinaria yang melimpah ini harus dimanfaatkan dengan baik. Turbinaria sangat melimpah di laut Indonesia, serta gampang didapatkan,” ungkapnya.

Asisten Laboratorium Biologi Unhas, Juniati Lukman menambahkan untuk mendapatkan Turbinaria sp sangat mudah. Bisa ditemukan hampir di semua subtrak. Baik karang atau pasir dengan kedalaman mulai satu meter.

Bahkan pada beberapa daerah yang cukup jarang dijangkau bisa ditemukan pada kedalaman 50 senti meter.
“Pertumbuhannya juga cukup cepat sehingga tidak terlalu berpengaruh jika digunakan untuk bahan penelitian. Namun untuk skala industri besar, sebaiknya dilakukan pembiakan,” ungkapnya.

Juni sapaan karib Juniati Lukman menambahkan penelitian strata satunya juga menggunakan Turbinaria sebagai antibakteri. Dalam hasil penelitian tersebut diketahui daya hambat untuk pertumbuhan Staphylococcus mutan.

“Hasilnya kemarin itu cukup bagus. Tapi penelitian saya masih langkah awal saja, belum sampai pengujian mendalam,” tambahnya. (edo/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...