Uji Balistik, Selongsong Peluru Identik dengan Senjata Tersangka Brigadir AM

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Polri masih mendalami kasus tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara saat aksi unjuk rasa menolak revisi Undang-undang KPK beberapa waktu lalu. Setelah dilakukan penyidikan, satu anggota polisi Brigadir AM ditetapkan sebagai tersangka.

Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Umum Polri, Kombes Chuzaini Patoppoi mengatakan, Brigadir AM ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata api jenis HS saat bertugas mengamankan unjuk rasa. Hasil uji balistik selongsong peluru yang ditemukan sangat identik dengan senjata yang dibawa oleh Brigadir AM.

“Jadi dari 6 senjata, satu senjata identik dengan dua proyektil dan dua selongsong. Dari hasil uji balistik menyimpulkan 2 proyektil dan 2 selongsong identik dengan senjata api jenis HS yang diduga dibawa oleh Brigadir AM,” kata Patoppoi di kantor Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis (7/11).

Patoppoi menuturkan, dalam kasus tersebut pihaknya telah memeriksa 25 saksi. Enam diantaranya adalah anggota Polri yang menjalani sidang etik dan disiplin, yakni GM, MI, MA alias AM, H, dan E. “Sudah kita lakukan pemeriksaan pada 25 saksi, termasuk enam anggota Polri yang ditetapkan melakukan pelanggaran disiplin,” sambungnya.

Setelah ditetapkan tersangka, Brigadir AM akan langsung dilakukan penahanan. Jerat pidana umum dikenakan kepadanya. “Selanjutnya terhadap Brigadir AM yang telah ditetapkan sebagai tersangka, segera dilakukan penahanan dan berkas perkara akan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum,” tegasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...