Ada Dana Sulsel Rp6,85 T Mengendap di Pusat

  • Bagikan
Lantai jalan tol layang sebagian telah tersambung khususnya yang melintas diatas Flyover. Pengerjaan tol layang diharapkan bisa selesai tepat waktu Juni tahun depan dengan panjang bentangan 4,3 Km diatas Jl Pettarani. TAWAKKAL/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Ini sebenarnya kerugian bagi Sulsel. Dana transfer mengendap alias tak terpakai mencapai Rp6,85 triliun.

Ketidakefesienan ini juga berefek pada pertumbuhan ekonomi Sulsel. Dengan angka sejumlah itu, terbilang cukup besar belum terserap. Padahal, seharusnya dana transfer itu untuk membiayai proyek-proyek di Sulsel.

Kabid Pembinaan Pelaksanaan Anggaran I, Dirjen Perbendaharaan Negara Sulsel, Ircham mengatakan, tahun ini Transfer Daerah dan Dana Desa (TKDD) di Sulsel pagunya mencapai Rp32,14 triliun. Terbesar Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp19,3 triliun, kemudian Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik Rp5,5 triliun. Sementara DAK fisik Rp3,4 triliun.

"Sisanya ada dana desa, DID (Dana Insentif Daerah) kemudian DBH (Dana Bagi Hasil). Realisasinya baru sekitar Rp25,29 triliun atau 78,71 persen dari pagu. Artinya masih ada Rp6,85 triliun belum terserap. Ini data per 28 Oktober," ungkapnya kepada FAJAR, Kamis, 7 November.

Ircham menambahkan, dari TKDD masuk ke Sulsel, ada tiga pos yang masih relatif rendah serapannya. Seperti dana desa dengan pagu Rp2,3 triliun baru terserap Rp1,6 triliun. Kemudian DAK fisik dari pagu Rp3,4 triliun baru terealisasi Rp2,2 triliun.

"Terendah itu dana bagi hasil. Dari pagu Rp1,03 triliun baru diserap Rp657 miliar atau 63,79 persen. Tetapi kami optimis, ini masih bisa di atas 90 persen nanti di akhir tahun. Kita akan dorong daerah mempercepat realisasi," bebernya.

Sementara untuk belanja kementerian/lembaga vertikal di Sulsel, Ircham menyebut masih sesuai target. Kata dia, data yang tersedia terakhir untuk triwulan III. Serapan sudah mencapai Rp13,18 triliun dari pagu Rp21,7 triliun.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan