Infografis

Ada Dana Sulsel Rp6,85 T Mengendap di Pusat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ini sebenarnya kerugian bagi Sulsel. Dana transfer mengendap alias tak terpakai mencapai Rp6,85 triliun.

Ketidakefesienan ini juga berefek pada pertumbuhan ekonomi Sulsel. Dengan angka sejumlah itu, terbilang cukup besar belum terserap. Padahal, seharusnya dana transfer itu untuk membiayai proyek-proyek di Sulsel.

Kabid Pembinaan Pelaksanaan Anggaran I, Dirjen Perbendaharaan Negara Sulsel, Ircham mengatakan, tahun ini Transfer Daerah dan Dana Desa (TKDD) di Sulsel pagunya mencapai Rp32,14 triliun. Terbesar Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp19,3 triliun, kemudian Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik Rp5,5 triliun. Sementara DAK fisik Rp3,4 triliun.

“Sisanya ada dana desa, DID (Dana Insentif Daerah) kemudian DBH (Dana Bagi Hasil). Realisasinya baru sekitar Rp25,29 triliun atau 78,71 persen dari pagu. Artinya masih ada Rp6,85 triliun belum terserap. Ini data per 28 Oktober,” ungkapnya kepada FAJAR, Kamis, 7 November.

Ircham menambahkan, dari TKDD masuk ke Sulsel, ada tiga pos yang masih relatif rendah serapannya. Seperti dana desa dengan pagu Rp2,3 triliun baru terserap Rp1,6 triliun. Kemudian DAK fisik dari pagu Rp3,4 triliun baru terealisasi Rp2,2 triliun.

“Terendah itu dana bagi hasil. Dari pagu Rp1,03 triliun baru diserap Rp657 miliar atau 63,79 persen. Tetapi kami optimis, ini masih bisa di atas 90 persen nanti di akhir tahun. Kita akan dorong daerah mempercepat realisasi,” bebernya.

Sementara untuk belanja kementerian/lembaga vertikal di Sulsel, Ircham menyebut masih sesuai target. Kata dia, data yang tersedia terakhir untuk triwulan III. Serapan sudah mencapai Rp13,18 triliun dari pagu Rp21,7 triliun.

“Serapannya sudah mencapai Rp60,73 persen. Ini sudah sesuai target sebesar 60 persen untuk triwulan III,” bebernya.

Lelang Lamban

Plt Kepala Bappeda Sulsel, Rudy Djamaluddin, mengakui, tahun ini, progres serapan anggaran masih cukup rendah. Khusus serapan fisik baru mendekati 60 persen. Data dari sistem, baru di kisaran 57 persen untuk realisasi fisik.

“Ini karena banyak anggaran teralokasi ke fisik hampir Rp600 miliar. Sementara sudah berproses. Memang serapan terpengaruh juga lelang yang lamban. Tetapi kita akan pacu tutup tahun bisa tembus 90 persen realisasi,” bebernya.

Maret Tender
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah ingin percepatan sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah tahun 2020. Ditargetkan, pada bulan Maret, proses lelang sudah selesai, sehingga April sudah mulai pelaksanaan pekerjaan.

Nurdin mengatakan, tahun ini cukup banyak proyek yang gagal tender. Lambatnya pengusulan tender dari OPD jadi penyebabnya.

“Kita tidak mau lagi seperti itu. Desember sudah harus masuk (diusul) ke ULP,” tegas Nurdin. (*)

TAUFIK HASYIM-MUHLIS MAJID

Comment

Loading...