Air dan Tanah di Makassar Tercemar Tinja

0 Komentar

Sejumlah warga mengambil air bersih bantuan (net)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Kualitas air dan tanah di Makassar semakin menurun. Pengelolaan septic tank yang tidak memenuhi standar, penyebab pencemaran lingkungan.

Data yang dilansir dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Air Limbah Domestik (UPTD-PALD) Makassar, baru 40 ribu rumah yang aktif melakukan penyedotan tinja secara berkala. Angka ini baru 11 persen dari total rumah di Makassar yang mencapai 300 ribu lebih.

Data lain juga menunjukkan lebih dari 90 persen rumah di Makassar memiliki septic tank yang tidak standar (bersentuhan langsung dengan tanah).

Kepala UPTD-PALD Makassar, Kerlinus Bumbungan menyatakan, pencemaran tanah dan air tanah di Makassar sudah sangat masif. Penyebabnya adalah pengelolaan tinja yang tidak baik.

Selama ini banyak masyarakat membuat septic tank yang beralas dan berdinding tanah. Seharusnya harus kedap air agar bakteri dalam tinja tidak mengkontaminasi tanah.

“Pengelolaan tinja itu harus dilakukan dengan baik, bukan asal jadi. Namun hal ini selalu diabaikan, sehingga banyak mencemari lingkungan,” kata Kerlinus, Kamis 7 November.

Staf Sanitasi UPTD PALD Makassar, Muh Arif menjelaskan penyedotan septic tank itu baiknya dilakukan sekali dalam dua tahun. Hal ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran tinja ke tanah dan air tanah.

Pemkot Makassar telah menerbitkan Perda Nomor 1 tahun 2016, Tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik Kota Makassar.

Salah satu poinnya adalah setiap pengembang perumahan, perkantoran, perhotelan, dan perdagangan minimal tiga unit harus membangun pengelolan limbah tinja secara terpusat. Jika hal ini dilanggar didenda Rp50 juta. (edo/rif)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...