Dinilai Tak Punya Rasa Kemanusiaan, Kuasa Hukum Novel Segera Polisikan Dewi Tanjung

FOTO: FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

FAJAR.CO.ID — Tudingan politikus PDI Perjuangan yang melaporkan dugaan rekayasa dilakukan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, bakal berbuntut panjang.

Tim kuasa hukum Novel Baswedan berencana melaporkan balik Dewi Tanjung ke polisi atas tuduhan kebohongan publik karena menyebut tragedi penyiraman air keras tersebut merupakan rekayasa.

Anggota Tim Kuasa Hukum Novel, Saor Siagian mengatakan, Dewi telah melakukan kebohongan karena menilai peristiwa penyiraman air keras sebagai sesuatu yang direkayasa.

“Nah, kami sepakat, tim kuasa hukum sepakat, kemudian diminta oleh Novel untuk segera juga melakukan tindakan hukum. Oleh karena itu, kami akan melakukan pelaporan terhadap pidananya,” kata Saor Siagian dikonfirmasi, Jumat (8/11).

“Mungkin minggu depan akan kami lakukan pelaporan ini,” sambungnya.

Menurut Saor, tuduhan Dewi sangat mudah dibantah dengan berbagai fakta. Salah satunya yaitu pengakuan dari Tim Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM serta Tim Gabungan bentukan Polri bahwa Novel memang diserang dengan air keras.

Bahkan Tim Gabungan Polri menyatakan cairan yang digunakan untuk menyerang Novel adalah asam sulfat (H2S04). Selain itu juga ada permintaan dari Presiden Joko Widodo kepada mantan Kapolri Tito Karnavian untuk mengungkap kasus tersebut dalam waktu tiga bulan.

Saor menegaskan, dari rekam medis pengobatan Novel, tak ada satupun yang menyebut bahwa luka tersebut merupakan hasil rekayasa. Fakta-fakta ini meyakinkan tim kuasa hukum Novel bahwa Dewi telah melakukan kebohongan publik.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar