Dinilai Tak Punya Rasa Kemanusiaan, Kuasa Hukum Novel Segera Polisikan Dewi Tanjung

  • Bagikan
Korban Penyerangan Air Keras yang merupakan Penyidik KPK Novel Baswedan (kanan), didampingi Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo (kiri), menyampaikan tanggapan atas hasil Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF), saat ditanya wartawan di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Rabu (10/7). Jika hasil Investigasi TGPF tidak sesuai harapan, bersama dengan YLBHI, LBH Jakarta, Kontras, ICW, Amnesty Internasional, PSHK AMAR serta serta sejumlah kelompok yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil, mendesak agar Presiden yang langsung turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini, agar tidak menjadi ancaman bagi upaya pemberantasan korupsi. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

“Saya kira paling tidak dia berbohong. Karena apa? Rekam medis itu tidak bisa dibohongi, itu adalah profesional dokter,” katanya.

Apalagi lanjutnya, Kapolri saat itu, dan Kapolda juga datang memastikan pengobatan Novel di Singapura. Akibat informasi yang disampaikan Dewi, Saor menyebut Novel terpukul.

Menurut Saor, tindakan Dewi sudah di luar batas kemanusiaan. Dewi pun disarankan melihat sendiri kondisi Novel, ketimbang membuat kesimpulan yang tidak berdasar.

“Atas pelaporan Dewi Tanjung, ternyata Novel merasa sangat terpukul. Saya mengatakan saya kira tidak ada lagi unsur kemanusiaannya si pelapor ini,” tukas Saor.

Sebelumnya, penyidik senior KPK Novel Baswedan dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh kader PDIP Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung. Novel disebut melakukan rekayasa terkait kasus penyiraman air keras. Novel dianggap melakukan kebohongan publik terkait penanganan matanya itu.

Dewi menyebut ada hal-hal yang janggal dari penanganan mata Novel Baswedan usai teror penyiraman air keras itu. “Ada beberapa hal yang janggal dari semua hal yang dialami. Dari rekaman CCTV dia, dari bentuk luka, dari perban, kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta. Gitu kan?” ucap Dewi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (6/11). (JPC)

  • Bagikan