Film Ati Raja, Nurdin Abdullah: Petuah Sangat Menyentuh Hati

0 Komentar

FAJAR CO.ID, MAKASSAR — Jailebang ni rampe, i bau Ati Raja to sunggua ri pau pau kodong, Raja le ala ni ani puji ati ati raja,
Ni a tom mo ni calla dodu Puna ni a to sunggu bau.

Penggalan kata-kata tersebut terselip dalam film Ati Raja, Produksi 786 production dan Persaudaraan Peranakan Tionghoa Makassar (P2TM).

Penuh Arti yang sarat makna, dimana seorang laki-laki mampu membuktikan cintanya yang tulus, menikahi orang yang betul-betul butuh perhatian. Bukan semata nafsu.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah ikut menyaksikan film. Ia mengatakan di dalam film ini juga dikuatkan akan makna Tuhan itu hanya satu (Esa). Inilah yang digambarkan dalam sosok kepada jiwa sosok Ho Eng Dji. Berbagai cobaan melandanya mulai dari meninggalnya sang ayah, dituduh membawa lari istri orang, dan pacar dihamili orang lain.

Namun Kata Nurdin, ia tetap teguh sampai akhirnya ia menemukan semua hikmah dari film ini. Apalagi kalimat-kalimat petuah sangat menyentuh hati. Cocok menjadi tontonan mereka yang kesehariannya selalu mengeluh.

“Saya rasa ini perlu tambah layar karena beberapa akademisi, para aparat sipil dan pemerintah akan mengadakan nonton bareng jadi mesti di support,” ucapnya usai nonton bareng.

Produser Eksekutif Ati Raja, Arwan Tjahjadi menyatakan penguatan memperkenalkan budaya daerah melalui film juga menjadi bagian salah satu strategi promosi pariwisata Sulsel.

“Pesan film ini penting buat generasi kita di Sulsel. Keterlibatan langsung Bapak Gubernur Sulsel bersama tim Badan Promosi Pariwisata Daerah Sulsel dan Gojek dalam mendukung promosi daerah melalui film,”ucapnya.

Salah Seorang Pemeran film Ati Raja, Chesya Tjoputra, Sebagai Yang Tju mengatakan pemutaran film Atiraja cukup antusias. Pasalnya di Makassar dilakukan nonton bareng di beberapa titik.

Kata Chesya, dalam film ini ada pikiran sebuah terobosan yang baik bagi daerah apalagi akan didorong menjadi salah satu program promosi daerah ini bisa mendapat dukungan dari warga Sulawesi Selatan.

“Ini bagian dari kita untuk mendukung gerakan promosi kearifan lokal melalui nonton bareng serentak di 50 layar di sejumlah titik di Indonesia.

Diketahui setelah film Ati Raja, akan menyusul dua film baru yang juga mengangkat lokalitas Makassar dari 786 production bersama PT Fajar multifilm. Berjudul “My day” dan “Taro Ada Taro Gau. (wis/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...