Kehadiran Partai Gelora Dinilai Bukan Ancaman Bagi Partai Berbasis Umat Islam

0 Komentar

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID — Partai Gelora Indonesia belum tentu jadi ancaman bagi sejumlah partai yang selama ini berbasis suara umat Islam, seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Menurut pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe, Partai Gelora belum menentukan sikap apakah akan berperan sebagai partai nasionalis atau partai berbasis umat Islam, meski pendirinya diketahui tokoh-tokoh politik kawakan yang telah membesarkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Partai Gelora belum tentu partai berbasis agama, bisa jadi partai nasionalis meskipun sebagian besar penggawanya mantan pembesar PKS yang merupakan partai berbasis Islam. Sehingga Gelora bukan partai yang mengancam partai-partai itu,” ujar Maksimus kepada JPNN.com, Jumat (8/11).

Dosen di Universitas Mercu Buana ini juga menyebut pendiri Partai Gelora masih harus bekerja keras untuk bisa membawa partainya diterima masyarakat pada Pemilu 2024. Tidak semudah membalik telapak tangan hanya bermodalkan nama besar tokoh-tokoh yang ada.

“Partai Gelora perlu belajar dari pengalaman Pemilu 2019, bahwa tak ada satu pun partai baru yang masuk Senayan atau lolos parliamentary threshold,” katanya.

Apalagi, kata Direktur Eksekutif Lambaga Analisis Politik Indonesia (LAPI) ini, jika nantinya PT kembali naik, maka kerja keras kader Partai Gelora harus super ekstra.

“Saya kira Partai Gelora harus bekerja ekstra untuk lolos dan harus mampu menciptakan terobosan-terobosan yang bisa memengaruhi pilihan masyarakat, perlu strategi luar biasa untuk mendulang suara. Tidak bisa dengan pola-pola biasa saja,” pungkas Maksimus. (JPNN)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...