Masyarakat dan Pekerja Biringkassi Tuding Demo Tonasa Sarat Kepentingan

0 Komentar

Solidaritas masyarakat Kampung Biringkassi, Desa Bulu Cindea menggelar aksi damai di Gerbang Pelabuhan Biringkassi, Kamis, 7 November. (FOTO:SAKINAH/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, PANGKEP– Polemik debu batara yang berada di penampungan batu bara milik PT Semen Tonasa, menuai soal baru. Solidaritas masyarakat Biringkassi mengecam aksi demonstrasi yang dilangsungkan beberapa waktu lalu.

Dalam orasinya di Gerbang Pelabuhan Biringkassi, Kamis, 7 November, Solidaritas Masyarakat Biringkassi, Amri saat aksi damai menyampaikan, unjuk rasa yang dilakukan beberapa waktu lalu, dilakoni oknum yang mencoba melakukan provokasi terhadap sebagian masyarakat Biringkassi, Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro.

Pihaknya bahkan melayangkan somasi terhadap kelompok yang berunjuk rasa beberapa waktu lalu, menamakan dirinya Pejuang Bangsa.

“Kami sangat keberatan dengan aksi beberapa waktu lalu yang mengatasnamankan Pejuang Bangsa dan melibatkan sebahagian masyarakat di sini, sebagai bentuk somasi kami menyatakan isu yang diangkat oleh pejuang bangsa itu merupakan isu berulang dan sarat kepentingan yang tidak murni dari masyarakat yang ada di sini, sebab tuntutannya sudah melenceng,” paparnya.

Ia menduga kelompok pejuang bangsa memakai isu debu bata bara untuk kepentingan proyek, kompensasi dan digunakan sebagai bentuk mencari pekerjaan di PT Semen Tonasa.

“Kami meminta kepada kelompok yang mengatasnamakan pejuang bangsa untuk berhenti memprovokasi dan mengintervensi masyarakat di sini, biarkan kami yang duduk bersama menyelesaikan permasalahan di kampung kami, tidak usah ikut campur,” paparnya.

Sementara itu, Koordinator Pejuang Bangsa, Rahmatullah saat dikonfirmasi mengaku, hingga saat ini pihaknya masih berkeinginan untuk bertemu Direktur Utama PT Semen Tonasa. Ia sangat ingin bertatap muka langsung membahas keluhan debu batu bara ini.

“Kami lagi menunggu pertemuan bersama Dirut PT Semen Tonasa, kami anggap pernyataan itu ingin menghilangkan kontrol sosial dari masyarakat. Apabila ada sarat kepentingan, silahkan buktikan dan kita sama-sama bawa ke jalur hukum,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Biro Humas PT Semen Tonasa, Andi Muh Said mengaku telah memenuhi tuntutan warga terkait debu batu bara, ditambah lagi rekomendasi yang dikeluarkan DLH telah dipenuhinya. Sehingga pihaknya juga menyayangkan demonstrasi yang dilakukan pejuang bangsa, sementara tuntutannya telah dipenuhi.

Di antaranya, merelokasi penyimpangan batu bara, lokasi penyimpan stock pile batu bara secara tertutup, serta membangun dan melengkapi fasilitas di penampungan batu bara.

“Jadi menanggapi berbagai tuntutan dan keluhan masyarakat, kita sudah melakukan beragam cara untuk itu, relokasi penampungan batu bara telah kita lakukan, relokasi agar lebih jauh dari pagar pembatas penampungan,” paparnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga telah melakukan pemasangan alarm dan penunjuk arah angin. “Pemberian bahan adiktif berupa dust suppressant dan dilakuka n juga implementasi sistem first in first out di lokasi penampungan batu bara. Hal itu dilakukan sesuai dengan SOP yang ada, kolam endapan batu bara juga telah diperbesar,” imbuhnya. (fit/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...