Pemprov Sulbar Kembangkan Tanaman Sereh Wangi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAMASA– Provinsi Sulawesi Barat saat ini tengah mengembangkan tanaman Sereh Wangi di pegunungan Kampung Rante Rano, Desa Rante Kamase, Kecamatan Sumarorong, Mamasa. Pemprov Sulbar bekerja sama dengan PT Kencana Hijau Bina Lestari untuk pembuatan Demontration Plot (Demplot) di lahan 10 hektare.

Di lahan perbukitan itu, rencananya akan ditanam 400 ribu bibit serai wangi. Namun, proyek yang baru dimulai 12 Juni ini baru ditanam sekitar separuh lahan atau 4,8 hektare.

“Perusahaan juga bekerja sama dengan masyarakat sekitar. Mulainya 12 Juni mulai ditanam, kira-kira setahun sudah bisa dipanen,” kata Konsultan PT Kencana Hijau Bina Lestari, Rita Kartika, Jumat, 8 November.

Tanaman rumput-tunputan dengan nama ilmiah Cymbopongon Nardus L ini punya banyak manfaat. Memiliki aroma yang khas, mudah menguap dan larut dalam alkohol. Serei Wangi digunakan untuk bahan baku industri sabun, parfum, kosmetik, antiseptik, pengusir serangga, dan aroma terapi.

“Manfaatnya banyak, aroma terapi, digunakan juga sebagai bahan aktif pestisida nabatai, bahan baku pembuatan bio-aditif Bahan Bakar Minyak (BBM), dan bahan baku kosmetik,” katanya.

Sayangnya, kata Rita, struktur tanah di kawasan ini kurang bagus karena berpasir. Sehingga, harus dibantu dengan pemberian pupuk kandang.

“Seandainya tanahnya bagus, enam bulan pertama sudah bisa dipanen daunnya, dan tiga bulan berikutnya bisa dipanen lagi, dan dalam usia satu tahun kembali dan dibongkar itu sudah ada bibit bisa didapatkan,” katanya.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengatakan, budidaya tanaman tersebut sebagai bahan percobaan. Jika berhasil, nantinya bibit serai wangi akan dibagi-bagikan ke beberapa daerah untuk dikembangkan.

“Setelah daerah yang mendapat bagian mengembangkan itu dan sudah banyak, barulah diupayakan penyulingan untuk pengembangan pengelolaah serai wangi,” kata Ali Baal Masdar saat berkunjung ke lokasi. (rul/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...