Rintihan Ayah yang Digugat Anak Dicap Durhaka: Dia Bukan Lagi Anakku

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PAREPARE – Kisah pilu anak menuntut ayah kandungnya di pengadilan negeri kembali terulang. Kali ini terjadi di Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Bahkan, kabarnya. Dia tak hanya menuntut sang ayah di pengadilan negeri demi sebuah harta. Namun, anak yang sudah dicap durhaka oleh orang tuanya itu, juga pernah berniat memenjarakan si-ayah.

Yah, anak durhaka itu adalah Ibrahim Mukti (47). Ayah kandungnya bernama Mukti Rachim (82). Kata keluarga besarnya, yang tak habis dipikir, kenapa Ibrahim tega padahal dia kini sudah kaya raya. Sudah bergelimang harta.

Katakanlah, dia kini sudah punya tiga perusahaan SPBU. Salah satunya yang terletak di Kabupaten Pinrang. Tepatnya di sekitar Kantor Bupati Pinrang, sepanjang Jalan Poros Pinrang – Rappang.

Belum lagi, Ibrahim diketahui juga sudah punya aset tanah dan rumah. Ditaksir nilainya mencapai miliar rupiah. Salah satunya, rumah yang terletak di sekitar Soreang, Parepare.

“Dasar anak durhaka. Tidak tahu diuntung. Sudah di sekolahkan, dirawat, dan dibesarkan hingga besar dan sukses. Malah tega berbuat seperti ini,” keluh Mukti, yang tak kuasa menahan air matanya, Kamis, 7 November.

Bukan hanya saya, kata Mukti, namun juga sudah menyakiti hati istri tercintanya yang juga adalah ibu kandungnya sendiri. Hanya gara-gara keserakahan harta.

“Dia bukan lagi anakku. Sudah diberi modal untuk berusaha. Sudah dibantu untuk bangun usaha namun malah menuntut lebih,” ujarnya.

“Padahal sebenarnya harta yang saya miliki ini harusnya dibagi-bagikan kepada saudaranya yang lain. Dari keenam saudaranya. Juga untuk tabungan akhir kami berdua kelak. Saya dan istri,” ujarnya lagi.

Terpisah, Ibrahim pun berdalih. Ia mengaku, sebenarnya gugatan ini dilayangkannya di Pengadilan Negeri Parepare sebab, tak ada jalan terbaik selain itu. Karena, dia sudah meminta secara baik-baik apa yang memang menjadi haknya.

“Saya hanya meminta dividen dari perusahaan SPBU yang ada di Soreang, Kota Pare-Pare. Sebab, saya punya andil di situ,” kilahnya.

Kuasa hukum Ibrahim, Muh Rendi dalam hal ini bertindak sebagai pengacaranya yang mendampingi Ibrahim mengawal kasus gugatan perdata ini membenarkan hal tersebut.

“Betul. Klien saya ini (Ibrahim) hanya meminta dividen dari perusahaan SPBU. Karena, dia punya andil di situ sehingga SPBU tersebut bisa sehat kembali beroperasi hingga sekarang,” ujarnya.

“Dividen ini terhitung sejak 2012 hingga sekarang. Kenapa menuntut? Sebab, sejak 2012 itulah Ibrahim tidak diberi bagi hasil keuntungan. Wajar kalau menuntut,” kilahnya.

Hingga berita ini diturunkan, kasus ayah menuntut ayah kandungnya ini masih bergulir di Pengadilan Negeri Parepare dan kini sudah memasuki sidang tahap keenam pada 13 November mendatang.

Sebelumnya pada sidang kelima, Rabu, 6 November sudah didengar pemaparan saksi dari pihak penggugat dalam hal ini Ibrahim Mukti yang juga hadir pada saat sidang berlangsung.

Sidang ini sendiri dipimpin langsung oleh hakim, Khusnul Khatimah sebagai ketua didampingi Novan dan Krisfian. (sua/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...