Terekam Kamera Sedang Melanggar, 685 STNK Diblokir

0 Komentar

Pelanggaran lalu lintas terekam CCTV di jalan raya.

fajar.co.id. MAKASSAR— Sejak sistem Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) berlaku, ratusan pengendara terjaring melanggar lalu lalu lintas. STNK kendaraan pelanggar diblokir.

Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar mencatat 685 pengendara roda dua maupun roda empat kena tilang elektronik atau sistem E-TLE. Itu terhitung selama Oktober.

Kaur Bin Ops Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar, AKP Semuel To’longan mengatakan, pelanggar yang terekam di kamera, rata-rata melanggar marka dan traffic light. Semua pelanggar sudah dikonfirmasi.

“Hanya saja, konfirmasi berupa surat yang dikirim melalui pos kepada pelanggar, banyak yang tidak mengkonfirmasi balik. Makanya, STNK pengendara diblokir,” kata Samuel, Kamis, 7 November.

Untuk mengaktifkan kembali Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) para pelanggar lanjutnya, pemilik kendaraan harus melakukan konfirmasi ke Polrestabes bagian Lalu Lintas.

“Setelah itu, surat tilang pelanggar dikirim ke pengadilan. Jika tak ingin mengikuti sidang, maka pelanggar bisa membayar denda melalui briva BRI,” ungkapnya.

Kasat Lantas Polrestabes Makassar, Kompol Fatur Rahman mengimbau, agar seluruh pelanggar segera membayar denda sesuai batas waktu yang ditentukan untuk memperpanjang STNK kendaraan.

“Jika tidak, blokir STNK kendaraan tidak akan terbuka. Untuk memperpanjang STNK pun tidak akan bisa dilakukan jika dendanya belum terbayar,” kata Fatur.

Saat ini lanjutnya, ada 15 kamera E-TLE yang berfungsi. Mulai dari simpang lima Bandara Sultan Hasanuddin, Flyover Urip Sumoharjo, Jalan Ahmad Yani, dan beberapa titik lainnya.

Dia mengimbau agar para pengendara tidak melanggar. Sebab mata polisi ada di mana-mana. Memantau pergerakan pengendara yang suka melanggar lalu lintas. (ans/rif)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...