BNPB Minta Badan Geologi Lakukan Kajian Teknis Tanah Amblas di Maluku

0 Komentar

Tanah amblas yang terjadi di Desa Sila, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Jumat (8/11). (Istimewa/BNPB)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku telah meninjau ke lapangan atas fenomena pergerakan tanah yang terjadi di Desa Sila, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Jumat (8/11).

Hasil peninjauan tersebut ditemukan data penurunan tanah dari 1,5 meter menjadi 9 meter dengan ukuran panjang 3 meter dan lebar 1,5 meter.

“Sedangkan luas daerah yang mengalami keretakan kurang lebih mencapai 100 meter memanjang ke arah laut dengan lebar sekitar 25 meter. Di samping itu tim TRC juga menemukan adanya air yang tidak berwarna (bening), terasa asin dan tidak berbau,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo dalam keterangannya, Jumat (8/11).

Agus menuturkan, berdasarkan tinjauan sementara itu, tim BPBD Provinsi Maluku telah berkoordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi Maluku untuk meminta bantuan dari Badan Geologi Kementerian ESDM guna melakukan kajian teknis terkait kejadian tersebut.

“Masyarakat di sekitar lokasi terdampak diharapkan tidak beraktivitas di area retakan/amblasan dan tidak terpengaruh dengan berita terkait peristiwa tersebut dari sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa terjadi penurunan tanah di wilayah permukiman warga Desa Sila, Nusalaut berukuran sekitar 75 sentimeter dengan luas sekitar 50 m pada Senin (4/11) lalu.

Dari peristiwa itu sedikitnya 4 unit rumah rusak dan 2 KK terpaksa mengungsi ke tetangga. Petugas dari Polsek Nusalaut juga telah memasang rambu tali pembatas agar warga tidak memasuki area pergerakan tanah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...