Heboh Kaburnya Buronan Interpol Rp 7 T

Sabtu, 9 November 2019 02:00

Wakajati Bali Didik Farkhan Alisyahdi (Istimewa)

Pengajuan sidang itu dilakukan atas permohonan ekstradisi pemerintah Amerika Serikat kepada pemerintah Indonesia.

Selanjutnya, pada 23 Oktober 2019, majelis hakim PN Denpasar menolak ekstradisi Ayad yang diajukan jaksa.

Majelis hakim menolak dengan alasan error in persona.

Hakim meyakini Ayad yang dimaksud dan menjadi buronan Interpol bukanlah yang dihadapkan dalam persidangan.

Hakim menilai nama Ayad dengan yang di paspor beda. Alasan itu menjadi dalih hakim terjadi salah orang alias error in persona.

Pada saat itu, hakim memerintahkan jaksa mengeluarkan Ayad yang sebelumnya ditahan di Lapas Kelas IIA Kerobokan.

Tidak terima permohonan ditolak hakim pengadilan tingkat pertama, jaksa kemudian mengajukan banding.

Selama mengajukan banding ke PT Bali, Ayad dititipkan pihak Imigrasi Ngurah Rai sampai ada penetapan dari hakim.

Uniknya, selama dititipkan ke Imigrasi itu Ayad ditempatkan pada sebuah vila yang disewa khusus.

Selanjutnya, pada 28 Oktober banding jaksa diterima, Hakim PT Bali mengeluarkan surat penetapan penahanan Ayad.

Bagikan berita ini:
6
9
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar