Heboh Kaburnya Buronan Interpol Rp 7 T

Sabtu, 9 November 2019 02:00

Wakajati Bali Didik Farkhan Alisyahdi (Istimewa)

Nah, pada 29 Oktober saat jaksa hendak membawa Ayad, pihak Imigrasi tidak mengizinkan.

Bahkan pihak Imigrasi melarang jaksa bertemu Ayad dengan alasan istri termohon ekstradisi keberatan jika termohon dibawa tanpa didampingi pengacara.

Sehingga JPU tidak bisa memasukan Ayad ke dalam lapas.

Pada 1 November 2019 pukul 16.00 pihak Imigrasi menyatakan termohon tidak bisa ditemukan. Ayad telah kabur dari vila yang disediakan Imigrasi.

Menyikapi kaburnya buronan Amerika tersebut, Didik akan bertanya pada imigrasi melalui surat resmi. Salah satu yang ditanyakan bagaimana termohon bisa lepas.

“Kami dari pihak intel juga akan melakukan pemeriksaan kenapa bisa sampai lepas,” tukas pria berkacamata itu.

Jaksa juga akan melapor ke pimpinan Imigrasi. Selain itu, jaksa juga akan melapor ke Polda Bali untuk memburu termohon ekstradisi.

(rb/pra/san/mus/JPR)

Bagikan berita ini:
4
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar