Jual Motor Hasil Pembegalan di Medsos, Komplotannya Terungkap

BUAT JERA: Para pelaku mengangkat barang curian yang sudah dipreteli oleh kawanan pelaku. (Maulana/Radar Banjarmasin/JPG)

FAJAR.CO.ID,KALSEL– Kasus pembegalan dekat Sekolah Ukhuwah di Jalan Lingkar Dalam Rt 20 Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan, sempat heboh di media sosial, Selasa pekan lalu. Komplotan pelakunya ternyata juga terungkap.

Tujuh pelaku dihadirkan dalam rilis perkara kejahatannya, Rabu (7/11). Bahkan usai rilis, mereka diperintah mengangkat barang bukti motor hasil pembegalan menuju ke mobil patroli yang diparkir di luar pagar.

Pelakunya adalah Amrullah alias Aam, 21, warga Kelayan A Gang Rahmi; AB, 17, warga Simpang Limau; Fathurahman alias Atuy, 21, warga Kelayan A Kompleks Ar Raudah. Ketiganya adalah pelaku utama pembegalan. Empat nama lainnya, yakni TD, 17; Bagas, 21; PT, 17; dan AL, 17, berperan mempreteli dan memasarkan motor tersebut.

Terungkapnya komplotan begal ini diawali dengan ditangkapnya Bagas. Ketahuan memasarkan kendaraan milik korban Aulia Saputra melalui Facebook. Polisi lalu memancing Bagas untuk bertransaksi.

Singkat cerita setelah janjian ketemu di kawasan jalan Tembus Mantuil, polisi langsung membekuk Bagas. Dari Bagas, terbongkar pelaku TD, PT, dan AL. Berlanjut ke AB dan Atuy serta Amrullah yang menjadi otak kejahatan tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi mengatakan, dari tujuh pelaku, dua merupakan residivis yakni Amrullah dan AB. Mereka selalu tandem dalam setiap beraksi pencurian. “Ini yang ketiga kejahatan mereka lakukan dari 2017. Kejahatan mereka semakin menjadi-jadi. Dulu hanya mencuri motor saja, sekarang nekat melukai korbannya,” sebut Ade Papa Rihi sebagaimana diberitakan Prokal.co (Jawa Pos Group), Jumat (8/11).

KONTEN BERSPONSOR

Komentar