Terangkan Persoalan Hingga Dicap Durhaka, Ibrahim Mengaku Ingin Selamatkan Ikon Keluarga

SPBU yang digugat Ibrahim, di Soreang, Parepare.

FAJAR.CO.ID, PAREPARE — Kasus anak gugat ayah kandungnya hingga saat ini masih bergulir di Pengadilan Negeri Parepare. Sidang tahap keenam kembali akan digelar pada 13 November 2019.

Tuntutan ini masih berkutat pada deviden (keuntungan) dari SPBU yang terletak di Soreang, Parepare. Sang anak, Ibrahim, masih bersikeras agar dibayarkan kepadanya.

Terkait hal tersebut, Ibrahim angkat bicara. Ia berusaha menjelaskan duduk persoalannya. Dia juga menyangkal semua isu yang berkembang.

Tak terkecuali pada tuntutan kepada ayahnya dan isu bahwa hendak memenjarakan ayah kandungnya, Mukti Rachim. Apalagi, menuntutnya atas nama ayahnya.

Ibrahim menjelaskan, isu terkait menuntut ayah kandungnya, Mukti Rachim (82) itu tidaklah benar. Yang dia tuntut adalah perusahaan SPBU itu. Hanya kebetulan saja, di dalam struktur perusahaan tersebut ada ayahnya.

“Jadi sebenarnya bukan bapak yang saya tuntut seorang. Tetapi, perusahaan SPBU itu. Kalau sekarang dibilang saya anak durhaka biar Tuhan saja yang menilainya. Saya berusaha tegar,” tandasnya, Sabtu (9/11/2019).

Sekarang, yang terpenting agar diluruskan, kata Ibrahim, dalam perusahaan itu, betul memang ada sang ayah. Tetapi, selain ayahnya ada pula keenam saudaranya yang lain.

Lima di antaranya perempuan dan seorang lagi laki-laki, yaitu kakak kedua tertuanya, Mukhtar Mukti.

“Jadi begitu. Bukan bapak sendiri dalam perusahaan itu. Ada juga saudaraku yang lain. Jadi kalau dibilang saya tuntut ayah, itu tidaklah benar. Memang saya saat ini dicap anak berdosa. Tetapi di balik itu sebenarnya ada niat yang tulus,” ujarnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...