Yusril Merasa Garuda Enggak Fair

Sabtu, 9 November 2019 01:30

Pengacara sekaligus salah seorang pemegang saham PT Sriwijaya Air, Yusril Ihza Mahendra. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Sriwijaya Air akhirnya memutuskan hubungan kerja sama manajemen dengan Garuda Indonesia Group.

Pengacara sekaligus salah seorang pemegang saham PT Sriwijaya Air, Yusril Ihza Mahendra menyampaikan, keputusan ini diambil karena adanya instruksi mendadak dari Garuda Indonesia Group, pada Kamis (7/11), kepada semua anak perusahaannya, untuk memberikan pelayanan kepada Sriwijaya dengan cara pembayaran cash di muka.

Anak perusahaan tersebut antara lain yakni Garuda Maintenance Facility (GMF AeroAsia), Gapura Angkasa, dan Aerowisata. “Kalau tidak bayar cash di muka, diperintahkan agar tidak memberikan pelayanan service dan maintenance apapun kepada Sriwijaya,” kata Yusril melalui keterangan tertulis, Jumat (8/11).

Yusril menjelaskan, Sriwijaya menolak perubahan sistem pembayaran yang tidak fair (adil) tersebut. Ia juga menganggap Garuda Indonesia Group sengaja ingin melumpuhkan Sriwijaya.

“Akibat instruksi mendadak itu, terjadi kekacauan pada sebagian besar penerbangan Sriwijaya pada Kamis kemarin, karena terhentinya pelayanan oleh anak-anak perusahaan Garuda Indonesia Group,” lanjutnya.

Hari ini, Jumat (8/11), seluruh rute penerbangan Sriwijaya kembali normal. Seluruh peralatan line maintenance dan spare parts pesawat milik Sriwijaya yang selama ini digudangkan oleh Garuda Indonesia Group, kemarin diserahkan kembali oleh GMF.

Bagikan berita ini:
5
6
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar