Buntut Sidang PKPU, Polda Tetapkan Dua Tersangka Mafia Kepailitan

0 Komentar

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID — Sejumlah pengusaha di Makassar resah dengan prilaku oknum mafia hukum yang menjadikan perkara PKPU dan kepailitan sebagai modus untuk merampok aset debitur. 

Perkara PKPU yang membelit Leonard sebagai Direktur CV Sinar Utama Triputra selaku Termohon dan Sammy Thomas Tho dan Hendra selaku Pemohon akhirnya membuka tabir hitam adanya prilaku oknum mafia hukum. Mereka menjadikan perkara PKPU dan kepailitan sebagai modus untuk merampok aset debitur.

Merasa dirugikan, akhirnya termohon PKPU melaporkan masalah ini ke Polda Sulsel dan saat ini sudah dalam proses penyidikan. 

Sebelumnya, Sammy Thomas Tho dan Hendra Selaku Pemohon mengajukan permohonan PKPU ke Pengadilan Niaga Makassar dibawah Register Perkara No.4/pdt.Sus-PKPU/PN.Niaga.Mks, tanggal 16 April 2019, atas utang CV.Sinar Utama Triputra. 

Leonard dkk selaku Pihak termohon saat dikonfirmasi membenarkan perkara tersebut telah disidangkan di Pengadilan Negeri Makassar. 

Namun termohon sangat menyayangkan sikap Hakim yang tidak adil dalam mempertimbangkan dan memutus perkara tersebut, menurutnya terdapat kekeliruan yang nyata dalam putusan tersebut oleh karena hakim menolak dan sama sekali tidak mempertimbangkan bukti-bukti yang diajukan oleh termohon dan justru bukti-bukti yang diajukan pemohon menurutnya mengada-ada bahkan teridikasi surat palsu. 

“Faktanya terkait hal tersebut kami telah mengajukan laporan polisi pada kepolisian Daerah Sulawesi selatan, Laporan Polisi No. LPB/161/IV/2019/SPKT, tanggal 23 April 2019, tentang tindak pidana membuat dan menggunakan surat palsu dan atau memberi keterangan palsu atas sumpah dan atau Penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263, Pasal 242 dan Pasal 372 KUHPidana dan kini SAMMY THOMAS THO selaku Pemohon PKPU dan telah ditetapkan tersangka dalam laporan tersebut. Sebagaimana SP2HP tertanggal 6 November 2019 No.B/234.A4/XI/Res.1.9/2019/Ditreskrimum,” kata Leonard, via rilis yang dikirim ke redaksi, Minggu (10/11/2019). 

Penyidik Polda Sulsel saat dikonformasi membenarkan hal tersebut, bahwa Sammy Thomas THO (Pemilik Toko Duta Bangunan) dan Loh Wino Randy Chandra (Accounting PT.Aplus Pacific dan PT.Decor Indah Sejati) telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan membuat dan menggunakan surat palsu serta memberi keterangaan palsu di bawah sumpah. 

Bahwa perusahaan CV Sinar Utama Triputra adalah perusahaan distributor bahan bangunan telah mempercayakan pengelolaannya kepada Bernadus Setiawan selaku General Manager dan istrinya Laurensia Menita Suteja selaku kepala accounting, di bawah kendali Bernadus (CV Sinar Utama Triputra) awalnya mampu mencapai target omzet.

Namun di penghujung tahun 2018, mengalami penurunan akibat banyaknya piutang yang tidak tertagih dan puncaknya setelah Bernadus keluar tanpa alasan. Kemudian dilakukan audit internal ditemukan sejumlah kejanggalan yakni nota toko fiktif dan pengambilan barang yang tidak ber-SNI yang diorder oleh Bernadus Setiawan. 

Yang paling mengherankan terdapat tagihan dari toko Duta Bangunan sebesar Rp1,3 miliar berupa semen aplus yang dipesan tanpa sepengetahuan direktur. Berdasarkan hal tersebut Leonard melaporkan Bernadus Setiawan ke Polda Sulsel. (rls-id)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...