Skenario Nasdem Tercium, Jika Terpental dari Kabinet, Demokrat Siap Masuk

Minggu, 10 November 2019 14:27

Ketua Umum Pastai Nasdem Surya Paloh mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (23/10/2015) malam. Surya Pal...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA –– Analis politik Hendri Satrio mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo alias Jokowi, sudah lebih dahulu membaca manuver Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang menyampaikan pidato politik cukup keras dalam pembukaan Kongres Nasdem, di JIExpo Kemayoran, Jumat (8/11) malam.

Pada kongres tersebut Paloh berpidato cukup keras. Dia juga memberikan panggung kepada tamu istimewa yang diklaim Nasdem sebagai tuan rumah pelaksanaan musyawarah tertinggi partai tersebut, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Padahal idealnya acara partai pendukung pemerintah dibuka oleh presiden.

“Makanya yang menarik ditelaah adalah justru kejadian yang paling dekat dengan Kongres Nasdem, yaitu HUT Golkar misalnya, Jokowi sepertinya langsung mengelus jago mengandalkan Golkar dan Airlangga untuk menjadi koalisi strategisnya hingga 2024,” kata Hendri kepada JPNN.com, Minggu (10/11).

Saat menyampaikan pidato politik di acara HUT Golkar, Jokowi tidak hanya memuji Airlangga sebagai ketua partai yang top, tetapi juga menyatakan partai berlambang beringin rindang itu tulang punggung kekuatan pemerintahannya.

“Saking strategisnya Airlangga, Jokowi sampai menggarisbawahi pentingnya Golkar solid dan komitmen yang harus dijaga,” lanjut pendiri lembaga KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) ini.

Nah, kembali ke posisi Nasdem, Hendri menganggap Surya Paloh sebagai pemimpin partai memang sedang mengelus jagonya jelang Pemilu 2024, yakni Anies Baswedan.

Komentar