Megawati Soekarnoputri dan Surya Paloh Perang Dingin Dimulai dari Sini

Momen Mewati Soekarno Putri saat menolak bersaman dengan Surya Paloh, saat pelantikan Presiden 20 Oktober 2019 lalu.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Pengamat politik Alfarisi Thalib menilai PDI Perjuangan sedang perang dingin dengan Partai Nasdem. Penilaian tersebut dia ungkap berdasarkan hasil pengamatan dari gelagat politik akhir-akhir ini.

Dimulai dari sikap Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, tidak menyalami Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh saat keduanya menghadiri pelantikan anggota DPR RI beberapa waktu lalu di Gedung MPR, Jakarta.

Kemudian dilanjutkan pernyataan Presiden Jokowi mempertanyakan makna pelukan dan pertemuan Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman dan terakhir pernyataan Surya Paloh.

Pada kongres Partai Nasdem beberapa waktu lalu, dalam sambutannya Surya mengatakan, ada partai yang merasa paling pancasilais. Tetapi enggan merangkul dan tak mau bersalaman dengan teman sendiri.

"Dapat diamati secara sangat jelas bahwa antara PDIP dengan Nasdem sedang terlibat perang dingin. Dapat dibaca melalui gimik dan gestur politik kedua ketua umum parpol itu, Megawati dan Surya Paloh," ujar Alfarisi kepada JPNN.com (grup fajar.co.id), Senin (11/11/2019).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Studies ini memprediksi, perang dingin kedua partai telah berlangsung sejak Jokowi ditetapkan sebagai pemenang Pemilu 2019 oleh KPU, dan mulai melakukan penyusunan kabinet Jilid II.

"Nah, dalam penyusunan kabinet ini menjadi puncak konflik interest, antara kehendak Megawati sebagai ketua umum PDIP yang mengusung Jokowi dengan partai koalisi yang merasa bekerja lebih besar," katanya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...