Memutar Haluan Koperasi


Menyambut Munas Dekopin di Makassar

Oleh: Mulawarman (Alumni Unhas)

FAJAR.CO.ID — Beberapa hari ke depan, Dekopin akan Munas. Banyak agenda yang akan dibicarakan terkait pengembangan Koperasi ke depan. Tulisan ini akan menjadi bagian di antara pentingnya ide perubahan koperasi.

Dalam batang tubuh UUD 1945, pasal 33 ayat (1) disebutkan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Mohammad Hatta menyebutkan bahwa pasal ini sendi utama ekonomi politik Indonesia yang wujudnya dalam bentuk koperasi.

Berdasarkan UU Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Tujuannya adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur (Pasal 3).

Dalam sejarahnya, kita tahu bahwa kehadiran koperasi sangat kental dengan semangat perlawanan, kemandirian, dan kedaulatan masyarakat Nusantara atas dominasi penjajah. Para pemimpin di negeri ini yakin dengan kekuatan ekonomi sendiri dalam bentuk koperasi, Indonesia bisa membangun negaranya, tanpa harus bergantung kepada pihak lain. Berbekal semangat independensi itu, dan diperkuat dengan gotong royong, akhirnya bangsa ini bisa merdeka; dengan koperasi sebagai salah satu penopang kekuatan ekonomi masyarakat Indonesia. Pertanyaannya, apakah koperasi di Indonesia masih penting? Bagaimana memajukan koperasi ke depan?

Komentar

Loading...