Sekolah di Sini, Setiap Siswa Wajib Tulis Satu Buku

KAYA KARYA. Guru Bahasa Indonesia SMAN 11 Pangkep, Mardiah bersama seorang siswi memperlihatkan buku yang telah ditulis, baru-baru ini. (SAKINAH/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, PANGKEP --Literasi dibangun sejak dini. SMAN 11 Pangkep bahkan menerapkan seluruh siswa harus menghasilkan karya buku sebagai syarat kelulusan.

Pagi itu, Nurul Hidayah bergegas ke ruang perpustakaan sekolah. Siswi XI Archimedes ini memilih salah satu novel karya alumni sekolah itu. Di tangannya juga ada buku berisi kumpulan cerpen dan autobiografi yang ditulis para alumni SMAN 11 Pangkep.

Dari kebiasaan berkunjung ke perpustakaan, Nurul bercerita tentang hobinya menulis puisi. Ia terinspirasi untuk aktif menulis. Bahkan, kumpulan puisinya sudah menjadi buku dan menghiasi perpustakaan sekolah.

"Alhamdulillah, menulis itu asyik. Saya biasanya menulis lima puisi dalam satu pekan, biasa juga lebih dari itu. Kemudian puisi-puisi itu saya kumpul nanti disatukan menjadi sebuah buku," paparnya saat ditemui penulis, awal pekan lalu.

Nurul bersyukur, sekolahnya mengharuskan setiap siswa menghasilkan karya tulis selama menuntut ilmu tiga tahun. Ia sangat senang belajar cara menulis dan membuat karya sebuah buku. Baik yang ditulis dalam bentuk autobiografi, cerpen, puisi, maupun novel.

Selain nilai akademik yang bagus, menghasilkan karya minimal satu buku menjadi sebuah keharusan di SMAN 11 Pangkep. Tak heran, ribuan jenis buku ada di perpustakaan sekolah yang dahulu bernama SMAN 2 Pangkajene.

Salah seorang guru yang bergabung dalam Tim Bahasa Indonesia SMAN 11 Pangkep, Mardia mengatakan, literasi dibangun sejak dini. Mulai dari pembiasaan membaca dan menulis. Setiap hari siswa mendatangi perpustakaan, dengan kata kunci "Baca Buku Kesayangan".

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : rasid alfarizi


Comment

Loading...