Striker Timnas Indonesia U-19, Bagus: Saya Ingin Coach Fakhri

0 Komentar

Bagus Kahfi melakukan selebrasi usai menjebol gawang Korea Utara/PSSI.org

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Kontrak Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19, Fakhri Husaini berakhir pasca meloloskan anak asuhnya ke Piala Asia 2020. PSSI saat ini akan membicarakan pembaharuan kontrak Fakhri dan pemain memberi dukungan mereka untuk keputusan tersebut.

Penyerang timnas U-19, Bagus Kahfi yang sudah dilatih oleh Fakhri Husaini sejak masih di timnas Indonesia U16 mengatakan, dirinya ingin tetap ditangani legenda Indonesia itu. Ia menganggap sudah ada kecocokan sang pelatih dengan pemain.

“Saya ingin coach Fakhri. Alasannya coach Fakhri sudah lama menangani tim ini dan saya juga sudah lama kenal coach Fakhri. Coach Fakhri pun cocok untuk melatih tim ini,” kata Bagus dikutip dari situs resmi PSSI.

Di bawah kendali Fakhri, Indonesia menjuarai Piala Tien Phong di Vietnam, Piala Jenesys di Jepang dan Piala AFF U16 2018, kemudian melaju hingga ke babak perempat-final Piala AFC U16 2018 dan Peringkat ke-3 AFF U18 di Vietnam. Sementara saat ini, ia membawa timnya lolos ke Piala AFC U19 2020.

Fakhri sendiri setelah pertandingan kontra Korea Utara di Stadion Gelora Bung Karno, malam tadi, langsung mengucapkan perpisahan.  Menurutnya, tugasnya sudah selesai pasca laga yang berakhir dengan skor 1-1 tersebut.

“Sudah selesai tugas saya sebagai pelatih timnas U19 dengan berakhirnya kualifikasi ini. Jadi, saya berpesan ke pemain, siapa pun pelatihnya nanti di Piala Asia atau Piala Dunia, mereka harus tampil jauh lebih hebat dari yang mereka perlihatkan sekarang ini,” katanya.

Legenda PKT dan timnas Indonesia itu mengaku sudah mempersembahkan yang terbaik. “Yang paling penting, saya sudah memberikan kontribusi yang maksimum, sudah memberikan rasa bangga ke seluruh pencinta sepak bola Indonesia,” ujarnya.

Sepanjang kualifikasi, Fakhri memimpin anak asuhnya meraih dua kemenangan dan satu kali imbang. Sebelum diimbangi Korea Utara, Bagus Kahfi dan kawan-kawan menang 3-1 atas Timor Leste dan 4-0 saat meladeni Hong Kong.

“Syukur Alhamdulillah kami keluar sebagai pemuncak klasemen Grup K. Tim lolos karena kami yang menentukan sendiri nasibnya. Bertepatan dengan Hari Pahlawan, pemain membuktikan bisa memberikan yang terbaik, layaknya sebagai pejuang di lapangan hijau. Itu juga merupakan sebagian dari komitmen bersama dari tim ini,” tandasnya. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...