Jika Langkah Politik Nasdem Membahayakan, Reshuffle Kabinet Bakal Lebih Cepat

0 Komentar

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID — Masih sangat terbuka kemungkinan Presiden Joko Widodo mempercepat reshuffle kabinet. Itu jika langkah politik salah satu partai koalisi tidak sesuai dengan skema politik dari mantan Wali Kota Surakarta tersebut.

“Jika langkah politik salah satu partai koalisi tidak sesuai dengan skema politik Jokowi, bisa jadi proses reshuffle akan dipercepat,” ujar pengamat politik Alfarisi Thalib kepada JPNN.com (grup FAJAR), Selasa (12/11/2019).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Studies ini menyatakan pandangannya, untuk mengomentari langkah politik Partai NasDem yang terkesan mencoba memainkan politik dua kaki.

Menurut Alfarisi, Jokowi tidak akan gegabah melakukan reshuffle sebelum membaca secara mendalam langkah politik yang diambil masing-masing parpol koalisi pendukung pemerintah, termasuk NasDem.

Alfarisi juga yakin, Jokowi akan menghitung lebih jauh keuntungan dan kerugian dari dinamika politik yang diciptakan Partai Nasdem. Langkah ini dinilai penting, karena salah mengambil kebijakan justru akan merugikan pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Jadi, dibaca dulu, hal apa yang bisa menguntungkan dan memperkuat pemerintahannya. Jokowi tentu akan sangat berhati-hati, mempertimbangkan dan memperhitungkan dengan matang segala aspek politik yang ada,” ucapnya.

Alfarisi menambahkan, jika langkah politik Nasdem diyakini tidak akan menjadi bumerang bagi pemerintah, maka Jokowi akan tetap membiarkan Nasdem memainkan langkah politik yang diambil saat ini.

“Namun, jika berbahaya bagi pemerintah, mau tidak mau sikap sikap tegas akan diambil demi menyelamatkan pemerintahan agar berjalan dengan baik. Di antaranya dengan melakukan reshuffle kabinet,” pungkasnya. (JPNN)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...