Manfaat Kayu Manis, Daun Sambiloto, dan Pare untuk Diabetes

0 Komentar

FAJAR.CO.ID– Tak jarang dikatakan kalau daun-daunan atau rempah memiliki khasiat untuk kesehatan seperti mengendalikan gula darah penderita diabetes. Namun apakah semua bahan rempah dan daun-daunan itu benar-benar efektif serta aman bagi pasien diabetes?

Menyambut Hari Diabetes Sedunia, para ahli mengungkapkan pandangannya soal manfaat obat herbal untuk pasien diabetes. Menurut para dokter dan ahli, pasien boleh-boleh saja mengonsumsi herbal akan tetapi tetap berkonsultasi dan meminum obat yang diberikan dokter.

“Obat herbal ini memang sesuai Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) penggunaan obat alternatif ini cukup tinggi 10 persen di masyarakat. Ini budaya kita bersama, tak bisa juga katakan tidak. Walaupun tak tahu buktinya ada atau tidak. Pasien diabetes itulah yang buktikan memang bermanfaat atau tidak,” kata Koordinator Dalam Negeri PB PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) Prof. Dr. dr. Pradana Soewondo, Sp.PD, KEMD dalam diskusi di Jakarta, Senin (12/11).

Maka, dia mempersilahkan pasien menggunakan obat rumahan atau obat herbal jika dirasa ada manfaatnya. Namun dia mengingatkan untuk hati-hati dengan obat herbal buatan yang harganya juga jauh lebih mahal dibanding obat biasa.

“Kalau ada pasien diabetes gunakan herbal, kami sarankan tetap obat dokter jangan dihentikan. Selalu dipantau. Kalau ada manfaatnya silahkan terus pakai herbal, kalau enggak ada, ya bisa dihentikan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PEDI (Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia) DR. dr. Aris Wibudi, Sp.PD, KEMD mengungkapkan memang ada sejumlah rempah dan daun yang bisa dijadikan pendamping obat untuk mengendalikan gula darah. Seperti kayu manis, daun sambiloto, dan pare.

Ketiganya secara penelitian memang memiliki khasiat untuk mengendalikan gula darah. Namun, setiap orang memiliki dosis yang berbeda. “Herbal, tak semua herbal bermanfaat. Apalagi jika standar bakunya enggak sesuai,” kata dr. Aris.

Kayu Manis

Kayu manis dapat digunakan sebagai pengganti gula bagi pasien diabetes. Hanya saja jika tak sesuai standar baku. Sehingga kalau dosisnya tak sesuai, dinilai tidak akan efektif.

“Kalau hanya sekedar kayu manis saya, enggak tahu dosisnya ya sama saja. Kelebihan obat-obat dokter itu kan diresepkan standarnya baku. Tak ada kelebihan dan kekurangan dosis,” jelasnya.

Daun Sambiloto

Dalam penelitiannya sendiri, dr. Aris memang menemukan manfaat daun sambiloto untuk menurunkan glukosa darah. Sifatnya mirip seperti golongan obat-obatan sulfonilurea yang umun diberikan pada pasien diabetes.

“Namun tetap banyak sumber sambiloto tak sesuai standar. Ada saja dosis yang tak sesuai. Dan banyak pasien merasa pertama kali gunakan daun sambiloto kok enak dan ada hasilnya, tapi pas kedua kali, kok beda ya khasiatnya,” jelasnya.

Pare

Pare juga sering disebut berkhasiat untuk mengendalikan gula darah. Namun lagi-lagi, dosis setiap pasien berbeda.

“Pare oke tapi kalau enggak sesuai standar, hasilnya enggak efektif. Tapi apapun obatnya tak ada satupun yang bisa sembuhkan diabetes. Yang ada hanya bisa kendalikan gula darah,” tutupnya. (jpg/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...