Nurdin Abdullah: Saya Percaya Sulsel Sangat Tidak Layak Terjadi Stunting

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Di Provinsi Sulawesi Selatan tidak layak terjadi stunting atau permasalahan gizi anak dengan tubuh berukuran pendek. Sebab, Sulsel merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam berupa makanan bergizi. Apalagi Sulsel merupakan lumbung pangan Indonesia.

“Saya percaya Sulsel sangat tidak layak untuk terjadi stunting. Karena Sulsel merupakan salah satu penyangga pangan nasional,” kata Gubernur Sulsel, Prof. HM Nurdin Abdullah.

Lanjutnya, persoalan stunting harus dengan paradigma bukan memberantas tetapi bagaimana melakukan pencegahan. Caranya dengan menjalankan dan mendorong program 1.000 hari kelahiran pertama.

“Oleh karena itu saya titipkan pada Dinas Kesehatan untuk terus berkoordinasi dengan para pimpinan daerah, khususnya Dinas Kesehatan kabupaten/kota,” sebutnya.

Ini juga didukung seluruh elemen pemerintahan sampai tingkat desa untuk betul-betul menjaga kesehatan anak dan mencegah terjadinya stunting.

Hal itu disampaikan Nurdin Abdullah pada puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tingkat Sulsel di Lapangan Upacara Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Selasa, 12 November 2019.

Atas nama Pemerintah Sulawesi Selatan menyampaikan selamat HUT Hari Kesehatan Nasional.

“Tentu terima kasih kepada seluruh yang telah memberikan dedikasinya dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan di Sulsel,” ujarnya.

Adapun tema hari kesehatan Nasional ke-55 hari ini adalah “Generasi Sehat Indonesia Unggul”, Nurdin menyampaikan bahwa perhatian pemerintah dalam kurung lima tahun mendatang diprioritaskan pada pembangunan sumber daya manusia.

Ia menegaskan arahan Presiden Republik Indonesia Jokowi bahwa, ada dua isu kesehatan utama yang harus diselesaikan, terkait pembangun SDM yang berkualitas. Yaitu stunting dan jaminan kesehatan nasional.

Sementara ada dua isu kesehatan lainnya yang harus diatasi, yaitu tingginya harga obat dan alat kesehatan. Serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan dalam negeri. Hal tersebut akan menjadi fokus perhatian bersama untuk dicarikan solusinya.

Berbagai keberhasilan pembangunan kesehatan dan pembangunan SDM yang telah dicapai kinerja kabinet lalu. Yang ditandai dengan adanya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia. Setiap tahun sebagai salah salah satu parameter yang dikukur adalah usia harapan hidup.

Isu strategis telah dilaksanakan dan dilakukan perbaikan, diantaranya, menurunnya angka kematian Ibu dan anak. Menurunnya angka stunting dan meningkatnya cakupan imunisasi. Serta berhasilnya pengendalian penyakit menular dengan menurunnya angka tubercolosis. Serta angka stunting yang diturunkan secara nasional.

“Dalam kurung waktu lima tahun, angka stunting berhasil diturunkan hampir 10 persen,” jelasnya.

Pemerintah memlerjuangkan hadirnya Generasi Sehat Indonesia Unggul yang diharapkan bersama dapat menjadi SDM Unggul yang mengisi 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045.

“Ini bertepatan dengan bonus demografi yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi negara maju dan makmur,” pungkasnya. (*/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...