Polisi Tangkap Pimpinan dan Ajudan Pembebasan Kemerdekaan Atjeh Darussalam, Anggota Diminta Menyerah

0 Komentar

Polisi bersenjata mengawal dua tersangka penyebar video rasial di Polda Aceh, Kamis (7/11/2019). Foto: ANTARA/M Haris SA

FAJAR.CO.ID, BANDA ACEH – Polisi sudah menangkap pimpinan kelompok yang diduga membuat dan menyebarkan video rasial, yang isinya menyatakan agar warga luar Aceh segera keluar dari Aceh sebelum 4 Desember 2019.

Polda Aceh meminta anggota kelompok tersebut segera menyerahkan diri ke aparat penegak hukum terdekat.

“Dua pelaku, pimpinan dan ajudannya sudah ditangkap. Bagi yang merasakan bagian dari kelompok tersebut segera menyerahkan diri,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Aceh Kombes T Saladin di Banda Aceh, Senin (11/11).

Sebelumnya, beredar video rasial kelompok yang mengatasnamakan pembebasan kemerdekaan Atjeh Darussalam. Dalam videonya, kelompok tersebut menyatakan agar warga luar Aceh segera keluar Aceh sebelum 4 Desember 2019.

Video tersebut disebar melalui media sosial Facebook. Pimpinan kelompok berinisial YIR bersama ajudannya RG ditangkap tim Satuan Tugas Kelompok Kriminal Bersenjata (Satgas KKB) Polda Aceh di Kabupaten Bireuen, Kamis (7/11).

Polisi menyita sepucuk senjata api laras pendek beserta amunisinya, sejumlah pakaian loreng, telepon genggam dalam lainnya dalam penangkapan YIR dan RG di sebuah rumah di Gampong Cot Raboh Baroh, Kecamatan Peusangan.

Kombes T Saladin mengatakan, kepolisian sudah mengantongi nama-nama anggota kelompok lainnya. Karena itu, anggota diingatkan segera menyerah sebelum ditangkap.

“Kepada masyarakat, kami ingatkan jangan terprovokasi oleh video rasial kelompok tersebut. Penyebaran video tersebut juga tidak ada pengaruhnya terhadap masyarakat Aceh,” kata Kombes T Saladin.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriyono menyebutkan tersangka YIG dan RD undang-undang informasi transaksi elektronik (UU ITE) karena menyebarkan video rasial melalui media sosial.

“Tersangka juga jerat undang-undang darurat karena kepemilikan senjata api. Ancaman hukuman penjara 20 tahun, seumur hidup, atau hukuman mati. Serta enam tahun untuk UU ITE,” kata Kombes Pol Ery Apriyono. (ant/jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...