Vonisnya Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa, Qomar Pilih Banding

0 Komentar

Qomar

FAJAR.CO.ID — Kasus yang menjerat Qomar terkait dugaan pemalsuan dokumen yang digunakan sebagai syarat menjadi rektor Universitas Muhadi Setyabudi (UMUS) Brebes tahun 2017 silam, kini telah tahap vonis.

Majelis hakim memvonis pelawak senior Nurul Qomar selama 1 tahun lima bulan. Vonis tersebut dilayangkan dalam sidang lanjutan kasus dugaan pemalsuan dokumen pendidikan Surat Keterangan Lulus (SKL) di Pengadilan Negeri (PN) Brebes, Senin (11/11).

Dalam putusan yang dipimpin langsung oleh hakim ketua Sri Sulastri dengan hakim anggota Dian Meksowati dan Nani Pratiwi, terdakwa dinilai terbukti telah melakukan pemalsuan surat. Yakni, menggunakan salah satu dokumen pendidikan yang diduga palsu.

Putusan tersebut, berbeda jauh dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa dengan tuntutan selama tiga tahun penjara. Terkait putusan tersebut, penasehat hukum dan terdakwa Nurul Qomar langsung mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan hakim.

“Izin yang mulia. Setelah berdiskusi, kita akan ajukan banding,” ungkap salah satu penasihat hukum Nurul Qomar, Furqon Nur Zaman sebagaimana dikutip dari Radar Tegal (Jawa Pos Group).

Jaksa mendakwa Qomar dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen atas kasus yang menjeratnya.

Pihak universitas mengalami kerugian materiil dan berdampak bagi berkurangnya kepercayaan kepada masyarakat kepada civitas UMUS. Qomar sendiri menjabat sebagai rektor UMUS slselama 10 bulan sebagai rektor UMUS pada 2017 lalu.

Setiap bulan, dia mendapatkan gaji sekitar Rp7,7 juta per bulan. Gaji itu, belum termasuk tunjangan sebagai rektor. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...