Infografis

Andalan RI di Luar Negeri

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Komoditas Sulsel, khususnya kopi menjadi produk unggulan. Hingga menjadi satu-satunya komoditas yang mampu bersaing di negara lain.

Produksi kopi Sulsel terbaik ada di Tana Toraja dan Enrekang, lalu Sinjai. Hanya saja yang mengantongi sertifikat indikasi geografis (IG) sebagai salah satu jaminan bisa ekspor hanya di Tana Toraja dan Enrekang.

Kadis Perkebunan Sulsel Andi Parenrengi mengatakan saat ini pihaknya telah giat mendorong komoditas Sulsel khususnya kopi agar terus meningkat produksinya khususnya mampu bersaing dalam hal ekspor.

“Nah, kalau di Sinjai juga sudah punya sertifikat IG-nya tentu ekspor kopi kita di Sulsel akan meningkat,” katanya.

Ekspor memang menjadi tujuannya. “Kalau ekspor ini kan secara nilai lebih menguntungkan. Tetapi memang secara kualitas harus dijamin mutunya dulu. Ini yang coba kami masifkan ke petani kita,” paparnya.

Pengamat Ekonomi Unhas, Anas Iswanto Anwar menilai, menilai di era industri saat ini komoditi kopi menjadi pasar empuk untuk didorong. Apalagi Sulsel yang dikenal dengan beragam jenis kopinya di domestik hingga international.

Belum lagi melihat kian menjamurnya cafe hingga warung kopi. Kebutuhan akan bahan baku kopi itu sendiri terus meningkat.

“Secara nilai jual, Sulsel sudah punya. Tinggal bagaimana pemerintah memberi stimulan ke petani kopi itu sendiri dan bagaimana pemasarannya. Terpenting izin ekspor itu tidak dipersulit,” paparnya.

Pada triwulan III, ekspor kopi dan kakao mencapai USD 39 juta, nilainya naik hingga 27 persen dari kuartal sebelumnya. Nilainya naik hingga 46 persen dari periode yang sama tahun 2018. (tam/abg-zuk)

Comment

Loading...