Anggaran Pemeliharaan Suramadu Rp 54 miliar

0 Komentar

Jembatan Suramadu Surabaya-Madura

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Menjelang akhir 2019, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya mulai menyusun program-program perawatan dan pemeliharaan Jembatan Suramadu untuk 2020. BBPJN memastikan anggaran untuk pemeliharaan fisik jembatan terpanjang se-Indonesia itu naik tahun depan. Kenaikan ditaksir mencapai 79 persen.

Pada 2019 atau tahun pertama dipegang BBPJN, anggaran untuk pemeliharaan jembatan mencapai Rp54 miliar. Nilainya bertambah menjadi Rp97 miliar pada 2020. BBPJN mengklaim anggaran sudah disetujui bagian keuangan.

Kabid Preservasi BBPJN VIII Surabaya Sodeli menjelaskan bahwa detail peruntukan anggaran masih disusun dan belum bisa dipaparkan. Termasuk perincian tiap program. Sodeli menegaskan, Rp97 miliar hanya digunakan untuk perawatan fisik, belum termasuk operasional.

’’Target kami Januari 2020 mulai lelang. Sehingga proyek cepat selesai dan tidak mengganggu pengendara,’’ kata Sodeli.

Dia menegaskan bahwa program pemeliharaan memang sangat penting. Selain bertambahnya usia, perawatan dilakukan seiring meningkatnya jumlah pengguna Suramadu.

Menurut Sodeli, ada sejumlah proyek perawatan yang dikerjakan tahun depan. Selain mengganti aspal, BBPJN berencana melakukan pemeliharaan pada structural health monitoring system (SHMS). Yakni, seperangkat alat pemantau cuaca dan muatan di Jembatan Suramadu.

’’Istilah gampangnya ganti suku cadang,’’ kata Sodeli. Dia menegaskan bahwa program pemeliharaan bakal dilangsungkan secara bertahap. Program ditargetkan tuntas pada akhir 2020.

Pejabat Pembuat Komitmen Sistem Monitoring Keandalan Struktur Suramadu BBPJN VIII Aditya Kusumadinata belum bisa memerinci panjang aspal jalan yang akan diganti. Yang pasti, pemeliharaan akan dilakukan pada aspal yang sudah mengelupas dan membahayakan. ’’Berbeda dengan tahun lalu (2019, Red), kami lebih memfokuskan di sisi Surabaya untuk 2020,’’ kata Aditya.

Dia menegaskan bahwa perawatan tidak hanya dilakukan di jembatan. Tetapi juga pada kaki-kaki jembatan. BBPJN ingin memastikan sarana transportasi tersebut aman dilewati pengendara.

Lantas, bagaimana dengan rencana penambahan CCTV? Aditya membenarkan soal adanya pemasangan kamera pengintai baru tahun depan. Jumlahnya diperkirakan lebih dari 10 buah. ’’Tentu, kamera berbeda dengan biasanya. Yang ini lebih tahan panas karena posisinya di pinggir laut,’’ jelasnya.

Rencananya, CCTV anyar dipasang di bagian pinggir jembatan. Keberadaannya diharapkan menopang kamera lama yang posisinya di tengah. ’’Ini demi keamanan dan keselamatan pengendara,’’ tegas Aditya. (jpg)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...