Dies Natalis UIN Alauddin di Tengah Maladministrasi dan Amoral

Abdillah Mustari

Oleh: Abdillah Mustari Dosen FSH UIN Alauddin

Tanggal 13 Oktober 2019 ketika media mengangkat berita perihal pengangkatan pejabat UIN Alauddin era rektor saat ini, Prof Hamdan Juhannis, ditengarai melanggar PMA 20 Tahun 2014 tentang Statuta UIN Alauddin.

Mulai dari pengangkatan pejabat dekan yang tidak memenuhi syarat hingga pejabat Program Studi dari unsur non-PNS telah mencederai perayaan Milad UINAM karena tidak sesuai dengan PMA di atas dan malah diabaikan. Bahkan beberapa pejabat yang diangkat dalam struktur jurusan mengundurkan diri karena menganggap pelantikan dirinya tidak sesuai dengan aturan statuta.

Dari pelbagai berita atas pelanggaran tersebut, rektor enggan memberi klarifikasi dan bahkan menghindari pemberian penjelasan atas pelanggaran ketentuan statuta UINAM.

Sementara, civitas akademika hanya mampu memperbincangkannya ibarat diskusi warkop tanpa melakukan examinasi ilmiah.

Sejatinya, perguruan tinggi menghadirkan iklim ilmiah di lingkungan kampus termasuk dengan tidak membiarkan isu-isu itu menggelinding ibarat bola liar.

Mungkin pula pelanggaran maladministrasi perangkat pejabat ini tidak lagi menjadi perbincangan yang serius, karena beberapa orang pejabat yang tidak memenuhi syarat itu sementara berada dalam zona nyaman seraya memperoleh “tameng”. Walau sadar bahwa telah melakukan pelanggaran aturan secara serius.

Hal itu memungkinkan terjadi, karena hingga saat ini laporan pelanggaran itu tanpa tindak lanjut dari pimpinan terutama rektor, atau juga senat universitas sebagai pengawas hanya berdiam.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...