Gaza Memanas, Messi Terancam Batal Lagi Bermain di Israel

0 Komentar

Foto 5 Juni 2018 ini memperlihatkan sebuah poster yang didirikan di kota Hebron, Tepi Barat, menyerukan pemboikotan bintang sepak bola Lionel Messi (kiri). (AFP PHOTO / HAZEM BADER)

FAJAR.CO.ID, YERUSSALEM—Pertandingan persahabatan antara Argentina dan Uruguay di Israel bisa dibatalkan karena kondisi Gaza yang memanas. Timnas Argentina dan Uruguay kabarnya sudah setuju untuk menunggu keputusan sampai Kamis waktu setempat. Kalau benar batal, ini kali kedua Messi gagal beraksi di Israel.

Saat ini, situasi di Jalur Gaza memang sangat tidak kondusif. Ratusan roket diluncurkan di kota-kota dan komunitas Israel, yang menyebabkan banyak sekolah ditutup selama setidaknya dua hari. Itu membuat kekhawatiran akan keselamatan pemain.

Kualifikasi Piala Eropa 2020 dimana Israel akan melawan Polandia yang direncanakan Sabtu nanti di Yerusalem mungkin juga akan ditunda. Itu menurut laporan penyiar publik, Kan. Kan yang mengutip juru bicara tim Polandia, Jakub Kwiatkowski, mengatakan pihak Polandia sangat prihatin dengan hal ini.

“Tentu saja (kami prihatin). Ini bukan situasi yang kita hadapi setiap hari. Bagi kami itu adalah sesuatu yang baru. Jika kami menemukan bahwa bahkan satu orang berpikir bahwa tidak aman untuk pergi ke sana, kami akan melakukan segalanya untuk melindungi para pemain dan melindungi tim,” kata Jakub Kwiatkowski dikutip dari Times of Israel.

Situs web One sports mengutip para pejabat yang tidak disebutkan namanya memperkirakan bahwa pertandingan Argentina-Uruguay pada Senin, yang menampilkan bintang-bintang seperti Lionel Messi dan Luis Suarez, kemungkinan juga akan dibatalkan. Namun, situs itu kemudian mengatakan kedua negara sepakat menunggu hingga Kamis untuk membuat keputusan.

Tim Uruguay dijadwalkan tiba di Israel pada hari Sabtu, sementara Argentina diperkirakan akan datang pada hari Senin. Israel memiliki banyak kerugian dari pembatalan pertandingan itu, yang direncanakan digelar stadion Bloomfield di Tel Aviv. Pasalnya, ini adalah pertandingan tingkat tertinggi yang pernah dimainkan di tanah Israel.

Antusiasme publik menyambut kedatangan Messi, pemain yang dianggap sebagai yang terbaik di dunia, juga sangat luar biasa. Semua tiket pertandingan yang jumlahnya sekitar 30.000 terjual habis dalam waktu singkat. Dan pembatalan itu akan mengecewakan penggemar dan menyebabkan kerugian finansial yang sangat besar bagi semua yang terlibat.

Ini juga akan menjadi pukulan geopolitik bagi Israel, yang akan kehilangan prestise menjadi tuan rumah pertandingan tingkat tinggi. Khusus Messi, ini kali kedua dalam dalam beberapa tahun terakhir ia terancam tidak bisa tampil di Israel.

Kedua tim telah mendapat tekanan dari gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS). Tahun lalu Argentina membatalkan pertandingan pemanasan Piala Dunia melawan Israel karena tekanan BDS menjelang pertandingan dan ancaman terhadap tim nasional Argentina.

Argentina sudah dijadwalkan untuk bertanding melawan Israel pada Juni 2018 di Yerusalem tepat sebelum Piala Dunia di Rusia. Namun kemudian muncul kampanye penolakan itu. Termasuk oleh Ketua Asosiasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub.

Jibril Rajoub saat itu meluncurkan kampanye dan menyerukan kepada para penggemar sepak bola Arab untuk membakar poster dan kaus Messi jika dia berpartisipasi dalam pertandingan Argentina versus Israel. Itu menyebabkan Argentina membatalkan pertandingan di Yerusalem.

Menteri Luar Negeri Jorge Faurie mengatakan pada saat itu bahwa para pemain merasa “benar-benar diserang, dilanggar” setelah gambar tim dengan kaus bergaris-garis putih dan biru diwarnai dengan cat merah yang menyerupai darah. Insiden itu berujung denda dan sanksi larangan 12 bulan pada Rajoub. Ia dianggap menghasut kebencian dan kekerasan terhadap Messi. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...