Kades di Wajo Tak Patuhi Imbauan DLH, Operasikan Tambang Pasir Tanpa Bak Penampung

0 Komentar

Tim pengawas DLHD Wajo melakukan pengecekan terhadap tambang pasir di Kecamatan Sabbangparu beberapa waktu lalu.

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Larangan Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Wajo terhadap tambang pasir tanpa bak penampung belum ditaati sepenuhnya. Masih ada ditemukan beroperasi, namun tidak tertib.

Tambang golongan c tidak tertib itu dioperasikan oleh Kepala Desa (Kades) Lowa, Kecamatan Tanasitolo, Sumardi. Bahkan diakuinya, tambang pasir yang berlokasi di Sungai Bila, Jalan Poros Belawa – Lajokka tersebut tanpa bak penampungan.

“Iye tidak ada. Izinnya punya saya tapi mesin milik Badan Usaha Milik Desa (Bumdes),” ujarnya kemarin.

Sebelumnya, DLH Wajo menyampaikan melarang beroperasi bagi tambang pasir yang tidak memiliki bak penampung. Hal tersebut bertujuan agar tidak merusak lingkungan.

Bahkan DLHD Wajo telah mengeluarkan surat teguran kepada beberapa pengelola tambang pasir di sepanjang aliran Sungai Walennae, Kecamatan Sabbangparu. Yakni, di Salojampu Kelurahan Sompe, Caleko Desa Wage, dan Cellamata Desa Mallusesalo.

Terkait imbauan tersebut, Sumardi memilih untuk tidak tidak berkomentar.

Berdasarkan informasi dihimpun FAJAR, tambang pasir dioperasi ini sudah dua kali berpindah tempat disepanjang Sungai Bila ini.

Menyikapi itu, Kadis DLHD Wajo, Andi Baso Iqbal menegaskan, akan secepatnya menertibkan tambang pasir yang beroperasi tidak menggunakan bak penampung.

“Secara teknis belum ada aturannya. Tapi baiknya pakai bak, supaya air yang ikut tersedot terpisah dengan pasir Kalau tanpa bak mengancam lingkungan, permukaan tanah basah dan tanggung sungai bisa runtuh,” jelasnya.

Terkait tambang dioperasikan Kades Lowa, Sumardi. Ia menegaskan, tidak akan timbang pilih dalam menertibkan tambang yang mengancam dan merusak lingkungan. (man/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...