Infografis

Kopi Topang Ekonomi Sulsel

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Kopi, komoditas Sulsel ini cukup tangguh. Terus tumbuh di tengah bayangan resesi global.

Tak sekadar produksi mentah. Potensi kopi Sulsel harus dimanfaatkan lebih maju. Jangan lagi sekadar ekpor biji, melainkan perlahan mampu mengekspor dalam bentuk olahan atau industrialisasi.

Mengacu data BPS Sulsel, ekspor kopi Sulsel mencapai USD39 juta (setara Rp549 miliar) pada triwulan III 2019 atau mengalami kenaikan hingga 27 persen dari kuartal sebelumnya.

Ketua Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan (Gapperindo) Sulawesi Selatan, Sulaiman H Andi Loeloe, menjelaskan terjadinya kenaikan ekspor kopi dari Sulsel disebabkan beberapa alasan. Di antaranya pada kuartal ketiga telah memasuki masa panen kopi yang membuat produksi ikut meningkat.

Selain itu setiap tahunnya kualitas biji kopi dari Sulsel sudah mampu memenuhi kualitas dunia. Peran dari pembimbingan yang dilakukan pemerintah bersama pengusaha baik sebelum panen maupun pascapanen memegang peranan penting dalam memenuhi standar.

“Intinya ke depan kualitas dan produksi harus mampu terjaga,” kata Sulaiman, Selasa, 12 November.

Terkait serapan kopi dalam negeri, ia mengaku pada dasarnya juga tidak kalah dan potensinya makin besar ke depan. Indikasinya warkop dan kafe dengan menu kopi terus bermunculan.

“Permintaan akan melonjak, bisa saja nanti akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan yang semakin besar,” jelasnya.

Di sisi lain ia mengakui petani dan juga eksportir kopi terus menciptakan inovasi pengolahan biji kopi yang secara berbeda bisa dinikmati. Biji kopi mendapatkan teknik pengolahan dan penjemuran khusus.

“Contohnya kopi natural. Kulitnya ikut diolah dan bisa dinikmati jadi bahan minuman yang berbeda,” ungkapnya. (fajar)

Comment

Loading...