Militer Israel Kembali Serbu Jalur Gaza, Ini Seruan Iran

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JALUR GAZA– Mesin militer rezim Israel terus menyerang Jalur Gaza pada Selasa malam. Serangan itu menyebabkan jumlah korban tewas menjadi tujuh orang. Aksi biadab Israel itu tetap dilakukan meski negara-negara kawasan mengecam keras serangan udara itu.

Kelompok-kelompok perlawanan anti-pendudukan, serta Organisasi Kerjasama Islam (OKI) telah mengutuk agresi Israel itu.

Ini adalah pelanggaran mencolok dari konvensi hukum humaniter internasional, OKI mengatakan dalam siaran pers dan meminta masyarakat internasional untuk bertindak atas tanggung jawabnya, dan memberikan perlindungan kepada orang-orang Palestina.

Sebelumnya, serangan Israel menewaskan seorang komandan senior kelompok perlawanan Jihad Islam Palestina, Abu al-Ata dan istrinya dan melukai anak-anaknya.

“Sayangnya, dengan mengandalkan dukungan penuh dari rezim Zionis yang haus darah dan pembunuh anak, pembunuhan rakyat Palestina dan pejuang Palestina terus berlanjut di dalam dan di luar wilayah pendudukan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Mousavi dilansir iranpress, Rabu, 13 November.

Seyyed Abbas Mousavi pada hari Selasa mengecam serangan rezim Zionis di Jalur Gaza yang menyebabkan kesyahidan seorang komandan senior untuk Gerakan Jihad Islam Palestina.

Diplomat Iran itu juga mengutuk kesunyian dan pasifisme badan-badan dan organisasi internasional terhadap agresi rezim Zionis.

Dia meminta badan-badan regional dan internasional untuk memenuhi tugas-tugas hukum dan kemanusiaan mereka, untuk menghentikan aksi teroris agresor Zionis dan menyuarakan dukungan penuh mereka kepada orang-orang Palestina yang tak berdaya dan tertindas.

Dalam serangan udara Israel pagi hari Selasa di bagian timur Jalur Gaza, dua warga Palestina mati, termasuk seorang komandan senior Gerakan Jihad Islam Palestina, dan tiga lainnya terluka.

Abu al-Ata adalah seorang komandan senior Jihad Islam Palestina di Jalur Gaza. Drone Israel terbang di atas Gaza setelah pembunuhan itu.

Pembunuhan itu kemungkinan akan memicu ketegangan antara Tel Aviv dan Gaza, yang telah berada di bawah blokade total Israel sejak 2007 dan menyaksikan tiga perang sejak 2008. (fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...