Sosok Pak Tua yang 10 Tahun Kikis Gunung demi Jalan 10 Kilometer

0 Komentar


Samsul tak pernah putus asa. Semangatnya terus ia pacu hingga berhasil membuka jalan sepanjang 10 kilometer.

Laporan: SIRAJUDDIN

Tak ada yang mustahil di dunia ini. Brgitulah ungkapan yang pas menggambarkan perjuangan Samsul, warga Bukit Katimbang Kampung Benteng Senggang, Kelurahan Borong Rappoa Kecamatan Kindaang, Bulukumba.

Dia telah menghabiskan waktunya selama sepuluh tahun hanya untuk membuat jalan bagi warga di kampungnya. Bahkan masyarakat setempat tak menyangka jika ia bisa membuka akses jalan.

Sebab, kampung mereka adalah kawasan hutan belantara, bukit, dan bebatuan.
Namun hal itu mampu diwujudkan oleh Samsul seorang diri.

Setiap hari mulai pukul 06.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita, ia menjalankan aktivitasnya. Pria yang telah berusia 50 tahun ini menghabiskan waktunya hanya untuk membuka akses jalan.

Tak peduli terik matahari membakar tubuhnya. Dia tetap gigih dan tekun mengikis bukit bebatuan, membabat belantara, hingga menyusun batu dengan menggunakan alat seadanya. Linggis, parang, dan cangkul senantiasa setia menemani hari-harinya.

Samsul bertutur, dirinya prihatin atas akses jalan di wilayahnya karena tidak mendapat perhatian pemerintah. Padahal ada banyak masyarakat yang bertempat tinggal di sana.

Mereka tak menyekolahkan anaknya karena akses jalan yang sulit. Termasuk hasil produksi perkebunan kesulitan dibawa ke pasar karena tak ada akses jalan.

Sejak itulah Samsul bertekad membuka jalan, berikhtiar sambil berdoa. Bahkan, Samsul tak pernah berharap belas kasih dari masyarakat. Dia ikhlas bekerja.

Akhirnya dia mampu mewujudkan keinginannya membuat jalan bagi masyarakat di kampungnya. “Saya prihatin, sudah lama tidak ada yang dibuat pemerintah, makanya saya buat jalan sendiri dan butuh waktu 10 tahun baru bisa diwujudkan,” terang Samsul, Selasa, 12 November.

Semangat Samsul pun berhasil ditularkan kepada masyarakat setempat. Mereka mulai membantu mewujudkan terbukanya akses jalan. Bahkan, di kampung tersebut telah ditetapkan hari gotong royong setiap hari rabu.

Berkat kerja keras Samsul, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman beberapa waktu lalu berkunjung ke wilayahnya. Dia penasaran dengan sosok Samsul yang telah merintis jalan selama 10 tahun.

Apalagi di kampung terisolasi itu, ditinggali sekitar 100 orang. Ada 10 rumah. Sebelum Samsul membuka akses jalan, untuk ke jalan utama warga harus menyeberang sungai dan harus mendaki gunung.

“Saya mendengar bila Pak Samsul ini telah 10 tahun membuat jalan hanya dengan menggunakan linggis,” ujar Sudirman. Olehnya itu, pihaknya telah mendiskusikan hal ini dengan instansi terkait. Agar ke depan, akses jalan di Kelurahan Borong Rappoa bisa diakses. (*/abg-zuk)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...