Sosok Pak Tua yang 10 Tahun Kikis Gunung demi Jalan 10 Kilometer


Sejak itulah Samsul bertekad membuka jalan, berikhtiar sambil berdoa. Bahkan, Samsul tak pernah berharap belas kasih dari masyarakat. Dia ikhlas bekerja.

Akhirnya dia mampu mewujudkan keinginannya membuat jalan bagi masyarakat di kampungnya. “Saya prihatin, sudah lama tidak ada yang dibuat pemerintah, makanya saya buat jalan sendiri dan butuh waktu 10 tahun baru bisa diwujudkan,” terang Samsul, Selasa, 12 November.

Semangat Samsul pun berhasil ditularkan kepada masyarakat setempat. Mereka mulai membantu mewujudkan terbukanya akses jalan. Bahkan, di kampung tersebut telah ditetapkan hari gotong royong setiap hari rabu.

Berkat kerja keras Samsul, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman beberapa waktu lalu berkunjung ke wilayahnya. Dia penasaran dengan sosok Samsul yang telah merintis jalan selama 10 tahun.

Apalagi di kampung terisolasi itu, ditinggali sekitar 100 orang. Ada 10 rumah. Sebelum Samsul membuka akses jalan, untuk ke jalan utama warga harus menyeberang sungai dan harus mendaki gunung.

“Saya mendengar bila Pak Samsul ini telah 10 tahun membuat jalan hanya dengan menggunakan linggis,” ujar Sudirman. Olehnya itu, pihaknya telah mendiskusikan hal ini dengan instansi terkait. Agar ke depan, akses jalan di Kelurahan Borong Rappoa bisa diakses. (*/abg-zuk)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar